Selasa 26 Dec 2017 16:50 WIB

CIMB Niaga Syariah Targetkan Pembiayaan Infrastruktur Naik

Rep: Binti Sholikah/ Red: Gita Amanda
Nasabah mencari informasi perbankan syariah di booth Bank CIMB Niaga Syariah, Jakarta, Ahad (19/11).
Foto: Yasin Habibi/ Republika
Nasabah mencari informasi perbankan syariah di booth Bank CIMB Niaga Syariah, Jakarta, Ahad (19/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Unit Usaha Syariah CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah menargetkan peningkatan pembiayaan di sektor infrastruktur mencapai 30 persen pada 2018. Head of Syariah Sales and Distribution CIMB Niaga, Diah Rahma Paramaiswari, mengatakan, tahun depan CIMB Niaga Syariah tetap ingin eksis di penyaluran pembiayaan (financing).

"Yang ditingkatkan, kami tetap 60 persen sektor komersial untuk infrastruktur dan lain-lain, kemudian 40 persen konsumer," ucap perempuan yang akrab disapa Merry tersebut saat dihubungi Republika.co.id, pekan lalu.

Dari sisi consumer banking akan lebih banyak transaksi yang dilakukan di luar kantor bank (branchless banking) yakni melalui channel dan teknologi keuangan (financial technology/fintech) lebih gencar. Untuk pembiayaan segmen komersial dan korporasi akan masuk ke infrastruktur. Dari sisi ritel difokuskan di Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) atau mortgage serta otomotif. Sehingga lebih membantu ke segmen konsumer.

Sedangkan untuk bussiness banking, CIMB Niaga Syariah akan masuk ke korporasi-korporasi dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sektor mikro. Jadi, lanjutnya, penyaluran pembiayaan sektor mikro tidak langsung melainkan melalui proses channeling.

Merry menambahkan, CIMB Niaga Syariah menargetkan pembiayaan ke sektor infrastruktur pada 2018 mencapai Rp 7 triliun. Angka tersebut kira-kira naik 30 persen dibandingkan 2017. "Pembiayaan infrastruktur kami ke semua segmen, inginnya masuk ke perusahaan-perusahaan BUMN," jelasnya.

Terkait pengembangan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking), Merry menyebut CIMB Niaga Syariah mengikuti semua layanan yang diberikan bank induk. Misalnya, internet banking, CIMB Click, go mobile, maupun digital lounge. Sehingga nasabah tidak perlu ke kantor bank.

Selain itu, terdapat layanan bussiness channel di mana perusahaan bisa melakukan transaksi melalui internet banking. Serta layanan rekening ponsel untuk pembayaran-pembayaran. "Saat ini, total nasabah yang melakukan transaksi melalui brachless banking sudah mencapai satu juta nasabah. Kami menawarkan layanan ini melalui kantor cabang," pungkasnya.

Hingga November 2017, aset CIMB Niaga Syariah mencapai Rp 19 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2016 yang sebesar Rp 12 triliun. Dari sisi pembiayaan hingga September 2017 telah tersalurkan sebesar Rp 14,48 triliun, meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 7,89 triliun.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement