Ahad 24 Dec 2017 15:39 WIB

Investasi Sektor Kelistrikan Dibayangi Ketidakpastian

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Winda Destiana Putri
Transmisi listrik PLN
Foto: M Syakir/Republika
Transmisi listrik PLN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, menyebut investasi di sektor kelistrikan pada 2018 akan dibayangi ketidakpastian. Hal ini karena adanya surat dari Ditjen Ketenagalistrikan beberapa waktu lalu yang meminta PLN merevisi harga jual listrik untuk sejumlah pembangkit. Fabby memandang, langkah pemerintah itu telah memperburuk iklim investasi di sektor ketenagalistrikan.

"Ini jadi preseden buruk bagi pelaku usaha lain yang mau ikut tender," ujarnya, dalam sebuah forum diskusi akhir pekan lalu.

Namun begitu, sambung Fabby, di sisi lain hal itu cukup positif bagi PLN karena perusahaan plat merah tersebut tidak perlu terlalu khawatir akan kemungkinan kelebihan pasokan listrik.

Fabby juga memprediksi, para investor cenderung akan mengambil langkah wait and see di tahun 2018. Sebab, sepanjang 2017, perkembangan sektor ketenagalistrikan di Tanah Air tidak terlalu menggembirakan. Hal ini terlihat dari turunnya pertumbuhan permintaan listrik pada 2017 yang diprediksi hanya akan mencapai 3,8-4 persen. Lebih rendah dibanding pertumbuhan pada 2016 lalu yang mencapai 6,2 persen.

Fabby menyebut setidaknya ada dua faktor utama yang memicu lambannya pertumbuhan tersebut. Pertama, adanya penurunan konsumsi di sisi industri dan bangunan komersial akibat dari melambatnya aktivitas perekonomian. Di sisi lain, kenaikan tarif dasar listrik pada awal tahun lalu juga membuat industri berhemat dalam penggunaan energi.

Faktor lain yang membuat pertumbuhan permintaan listrik melambat, menurut Fabby, karena pusat-pusat pertumbuhan baru seperti kawasan industri yang diharapkan muncul pada 2017 belum dapat terealisasi sesuai jadwal. Hal-hal itu lah yang membuat konsumsi listrik tahun ini tidak setinggi tahun lalu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement