Rabu 20 Dec 2017 16:43 WIB

BNI Turut Biayai Tol Surabaya-Mojokerto Rp 1,08 Triliun

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB, II, dan III pada Selasa (19/12). Seremonial peresmian dilakukan Jokowi dengan penekana tombil sirine dan penandatanganan prasasti, di gerbang Tol Warugunung.
Foto: Republika/Dadang Kurnia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB, II, dan III pada Selasa (19/12). Seremonial peresmian dilakukan Jokowi dengan penekana tombil sirine dan penandatanganan prasasti, di gerbang Tol Warugunung.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turut membiayai proyek pembangunan ruas jalan tol Surabaya - Mojokerto melalui perjanjian kredit sindikasi bersama beberapa bank lain. BNI mendapatkan porsi 30,98 persen dari pembiayaan sindikasi tersebut atau sebesar Rp 1,08 triliun. Tol Surabaya Mojokerto sepanjang 36,2 kilometer memiliki nilai proyek sebesar Rp 4,9 triliun yang dibiayai secara sindikasi dengan pembiayaan total sebesar Rp 3,4 triliun.

Pembangunan Tol Surabaya - Mojokerto dibagi menjadi empat Seksi. Masing-masing Seksi IA ruas Waru - Sepanjang, Seksi IB ruas Sepanjang - Western Ring Road, Seksi II ruas Western Ring Road - Driyorejo, Seksi III ruas Driyorejo - Krian, dan Seksi IV ruas Krian - Mojokerto. Seksi IA dan Seksi IV saat ini telah beroperasi, dimana Seksi I mulai beroperasi sejak 27 Agustus 2011 dan Seksi IV mulai 19 Maret 2016.

Seksi IB, Seksi II, dan Seksi III baru selesai proses konstruksinya dan beroperasi mulai Selasa (19/12). Peresmian beroperasinya ruang tol Seksi IB, Seksi II dan Seksi III dilaksanakan oleh Presiden RI Joko Widodo di Pintu GTO Warugunung (Seksi II). Acara tersebut dihadiri Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta.

Dalam perjanjian kredit sindikasi tersebut BNI juga bertindak sebagai Mandated Lead Arranger, Agen Fasilitas, dan Agen Penampungan. PT Jasamarga Surabaya Mojokerto/ PT JSM (Jasamarga Group) menjadi perusahaan pemilik konsesi ruas tol Surabaya-Mojokerto. Anggota sindikasi lainnya antara lain, BRI, Bank Jatim, Bank Sumut, Bank DIY, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan Indonesia Eximbank.

Menurut Herry, pembiayaan sindikasi yang diberikan BNI tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pertumbuhan lapangan kerja berkesinambungan. Dukungan pembiayaan BNI terhadap Jasamarga sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengembang jalan tol tidak hanya diberikan pada proyek Tol Surabaya - Mojokerto.

Berbagai proyek jalan tol lainnya yang dibangun dan dikelola Jasamarga juga mendapatkan dukungan BNI antara lain Tol Surabaya - Mojokerto, Tol Bali Mandara, Tol Medan-Kualanamu (Sumatera Utara), Tol Solo - Ngawi, Tol Ngawi - Kertosono, Tol Gempol-Pasuruan, Tol Pandaan-Malang hingga Tol Manado - Bitung. Dukungan diberikan dari mulai penyediaan Garansi Bank, Kredit talangan pembebasan tanah, hingga Kredit Investasi Sindikasi. "Pembiayaan infrastruktur merupakan salah satu dari sektor-sektor utama yang mendapatkan pembiayaan BNI," ujar Herry Sidharta melalui siaran pers, Rabu (20/12).

Kredit sindikasi dianggap menjadi solusi bagi pembiayaan proyek yang membutuhkan dana besar yang sulit dipenuhi perbankan secara individual karena adanya aturan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Proyek berbiaya besar tersebut rata-rata merupakan proyek infrastruktur. Dari sisi perbankan, kredit sindikasi juga cenderung lebih aman karena terjadi pembagian risiko (risk sharing ) dengan bank-bank lain peserta sindikasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement