Selasa 05 Dec 2017 18:57 WIB

Pemerintah Janji tak Jual Holding BUMN

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Nidia Zuraya
Kantor Kementerian BUMN
Kantor Kementerian BUMN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta mengatakan, pemerintah tak akan menjual holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu, menepis pendapat yang menyebut holding BUMN justru akan dijual pemerintah.

"Kita tidak jual. Semen Indonesia itu buktinya. Kita ingin membangun lebih besar lagi," ujar Isa dalam diskusi bertajuk"Mengapa Perlu Holding BUMN?" di Jakarta, Selasa (5/12).

Isa menjelaskan, pemerintah ingin membantu holding BUMN tumbuh lebih besar bukan dengan menyuntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN) namun dengan menciptakan fasilitas atau kebijakan yang lebih besar.

Ia mencontohkan, untuk holding pertambangan, nilai PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam laporan keuangan menjadi lebih besar. "Saya yakin setahun atau dua tahun lagi ada nilai leverage yang lebih baik dibandingkan sendiri-sendiri," ujarnya.

Mengenai penguasaan negara pada perusahaan tersebut, Isa mengaku, pemerintah tetap memilikisaham merah putih atau seri A yang akan tetap ada di masing-masing perusahaan.

"Jadi, walaupun PT Bukit Asam, Antam, maupun Timah tidak lagi BUMN tapi saham seri A, saham merah putih itu tetap berada di situ. Saham merah putih itu pada dasarnya punya hak vetotermasuk dalam konteks manajemen tetap berada di pemerintah," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement