Selasa 28 Nov 2017 03:33 WIB

Kalah Bersaing dengan Cina, Kujang Setop Ekspor Pupuk

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Budi Raharjo
Pupuk Urea yang diproduksi PT Pupuk Kujang Cikampek. (ilustrasi)
Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Pupuk Urea yang diproduksi PT Pupuk Kujang Cikampek. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,CIKAMPEK -- PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), menahan diri untuk tidak ekspor pupuk ke luar negeri. Pasalnya, pasar luar negeri sedang digempur urea murah asal Tiongkok, terutama untuk pasar di wilayah Asia.

Karena itu, terhitung Oktober lalu, produsen urea ini lebih fokus pada penjualan pupuk dalam negeri. Manajer Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang Cikampek, Ade Cahya Kurniawan, mengatakan, selama 2017 ini pihaknya sudah mengeskpor 50 ribu ton urea ke wilayah Asia.

Namun, seiring dengan masuknya pupuk dari negeri tirai bambu itu, Kujang menahan diri untuk tidak ekspor. "Kalau kita memaksakan diri ekspor, habislah produk kita. Karena, pupuk asal Tiongkok harganya jauh lebih murah," ujar Ade, kepada Republika, Senin (27/11).

Selain persaingan harga, lanjut Ade, ekspor pupuk ini tidak sembarangan. Ada mekanismenya juga. Jadi, untuk ekspor ketentuannya ada di pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia sebagai holding.

Bila kuotanya sudah tersedia, maka Pupuk Kujang tinggal mengalokasikannya. "Kita ingin, harga pupuk lebih bersaing lagi. Salah satunya, harga bahan baku yakni gas bisa diturunkan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement