Rabu 22 Nov 2017 18:30 WIB

BTPN Nyatakan Pengguna Aplikasi Jenius Tumbuh Signifikan

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Gita Amanda
Pekerja menjalankan aplikasi Jenius saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (118). (Republika/Tahta Aidilla)
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Pekerja menjalankan aplikasi Jenius saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (118). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Aplikasi financial technology (fintech) milik Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) yakni Jenius dinilai tumbuh cukup signifikan di awal 2017. Hingga kini, aplikasi itu telah diunduh lebih dari tiga juta melalui ponsel pintar (smartphone). 

"Aktivitas Jenius cukup cukup signifikan. Terutama enam bulan terakhir pertumbuhan lebih baik," ujar Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN Irwan Sutjipto Tisnabudi kepada wartawan di Bandung, Rabu, (22/11). Perlu diketahui, sebelumnya Jenius diluncurkan di Jakarta pada Agustus 2016.
 
Namun, ia enggan menyebutkan berapa total transaksi maupun jumlah pertumbuhan pengguna Jenius. Meski begitu, kata dia, diharapkan tahun depan bisa tumbuh mencapai lebih dari dua angka. 

Menurutnya, peningkatan aktivitas di Jenius semakin bertambah sejak fitur MaxiSaver atau deposito diluncurkan di Jenius. "Total balance jenius sebanyak 50 persen lebih ada di MaxiSaver. Dengan rata-rata balance sebesar Rp 3 juta. Sisanya baru di fitur e-Card dan lainnya," kata Irwan.

Irwan optimistis, perbankan digital akan lebih berkembang ke depan. Sebab kini mulai banyak masyarakat beralih atau shifting dari transaksi konvensional ke digital.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, pengguna aktif Jenius saat ini lebih dari 250 ribu. Dengan porsi 15 sampai 20 persen di luar Jabodetabek. 
 
BTPN pun baru saja mengembangkan layanan Jenius ke Bandung. Tahun depan, perseroan berencana memperluas layanan fintech ini ke beberapa kota lainnya seperti Surabaya. 
 
"Target kami buka pangsa baru digital savy. Apalagi animo masyarakat besar. Jadi goalsnya ke peningkatan transaksi," tambah Irwan.
 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement