Rabu 08 Nov 2017 11:34 WIB

Riau Bisa Jadi Target Penyaluran KUR Terbesar di Sumatra

Red: Nur Aini
Aktivitas perbankan di BRI Syariah, Jakarta, Senin (30/10).
Foto: Yasin Habibi/ Republika
Aktivitas perbankan di BRI Syariah, Jakarta, Senin (30/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BRI Syariah menyatakan Provinsi Riau bisa menjadi target potensial penyaluran modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah terbesar di Sumatera mengingat kultur masyarakatnya.

"Harapan kita di awal tahun Riau menyedot dana KUR Syariah terbesar di Sumatera," kata Pimpinan Cabang PT Bank BRI Syariah Pekanbaru Alfred Dianto kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Alfred menjelaskan potensi ini terbuka mengingat Riau identik dengan kebudayaan Melayu dan mayoritas muslim. Namun jelas Alfred harapan itu belum bisa diwujudkan hingga menjelang akhir tahun 2017. Terlihat dari realisasi serapan KUR Syariah di Riau masih minim hanya 70-80 persen dari target tahunan.

"Target menjadikan Riau penyalur dana KUR Syariah terbesar seiring waktu berjalan belum bisa terealisasi sepenuhnya dikarenakan beberapa faktor, diantaranya masih belum dimilikinya data UMKM yang sebenarnya," kata dia.

Selain itu, pengusaha yang layak untuk menerima KUR itu masih minim bankable. Menurutnya, sejauh ini kendalanya UMKM Riau belum siap untuk itu, karena ada beberapa usaha yang sebenarnya jadi prioritas tetapi karena mereka tidak tahu dan belum mendapat binaan, arahan bagaimana caranya meminjam modal ke bank sehingga sering jadi gagal.

Padahal, KUR Syariah salah satu produk unggulan Bank Syariah saat ini memiliki dana yang cukup untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Tetapi dana yang disediakan tidak bisa tersalurkan dengan mudah karena data yang UMKM yang tersedia tidak sesuai," ujarnya.

Kondisi ini diketahui saat perbankan mendatangi, dan melakukan penjajakan. Padahal seharusnya UMKM yang harus aktif datang secara mandiri ke bank untuk mengajukan peminjaman. Karena itu, ia berharap sesuai dari kesepakatan bersama pada rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Riau, bahwa diperlukan segera mungkin "mapping" data UMKM di semua sektor guna memudahkan mereka mengakses ke perbankan.

"Jika OPD mampu menyiapkan "mapping" data UMKM kita perbankan siap menyalurkan," tuturnya.

Mengenai target penyaluran KUR Syariah dari BRI Syariah tahun ini ia mengaku belum bisa berbangga, karena masih kurang maksimal, terbukti dalam kurun waktu lima bulan terakhir totalnya hanya Rp 20 miliar.

"Untuk KUR Syariah mikro masih sekitar Rp 20 miliar akumulasi empat sampai lima bulan terakhir," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement