Jumat 03 Nov 2017 16:16 WIB

Kredit Bank Sampoerna Naik 10 Persen

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini
bank sampoerna
Foto: banksampoerna.com
bank sampoerna

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 6,1 triliun pada kuartal III 2017 atau meningkat 10 persen dibandingkan kuartal III 2016.

CFO Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menyatakan adanya percepatan penyaluran kredit sejak kuartal I 2017 yang disebabkan oleh kebijakan kebijakan yang ditempuh manajemen.

"Peningkatan ini lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kredit di industri perbankan yang secara tahunan tercatat sebesar 7 persen hingga akhir Agustus 2017," ucapnya melalui siaran pers, Jumat (3/11).

Henky mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan kredit di atas industri, Manajemen Bank Sampoerna tetap berfokus pada segmen UMKM untuk memajukan sektor usaha mikro, kecil dan menengah. Hal itu terlihat dari komposisi kredit yang disalurkan, sebesar 79 persen di antaranya disalurkan ke Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Masing-masing sebesar 46 persen disalurkan ke Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan 33 persen disalurkan ke sektor Usaha Menengah (UM).

"Penyaluran kredit ke UMK dan Usaha Menengah ini juga yang menjadi pendorong pertumbuhan kredit. Jumlah keseluruhan kredit UMKM mencapai Rp 4,8 triliun atau tumbuh sebesar 23 persen dibandingkan dengan jumlah pada akhir kuartal III 2016," jelasnya.

Dari sisi pendanaan, terjadi peningkatan saldo tabungan yang berhasil dihimpun sebesar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Peningkatan tabungan tersebut berkontribusi kepada peningkatan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 19 persen dari Rp 5,74 triliun pada kuartal III 2016 menjadi Rp 6,8 triliun pada kuartal III 2017.

Dari segi laba bersih, pada kuartal III 2017 Bank Sampoerna mencatatkan sebesar Rp 29 miliar atau tumbuh 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba bersih ini ditopang antara lain oleh kinerja penyaluran kredit Bank Sampoerna yang tumbuh secara stabil sejak kuartal I 2017. Sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih menjadi sebesar Rp 393 miliar. Pendapatan bunga bersih (NII) untuk sembilan bulan pertama 2017 ini meningkat sebesar 39 persen dibandingkan pendapatan bunga bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 284 miliar.

"Pencatatan laba yang cukup kuat tersebut terbentuk di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil, dimana Pendapatan Domestik Bruto hingga Juli 2017 hanya bertumbuh sebesar 5,01 persen. Laba ini juga diperoleh berkat pencapaian margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang tercatat di level 6,3 persen," imbuhnya.

Dari pertumbuhan kredit yang disalurkan tersebut, kualitas aset Bank Sampoerna diklaim tetap terkelola dengan sehat. Henky menyebut adanya perbaikan rasio kredit bermasalah terhadap keseluruhan kredit (Non-Performing Loan Ratio/ NPL) baik secara neto (net) maupun bruto (gross). Gross dan net NPL tercatat masing-masing sebesar 3,75 persen dan 3,02 persen, turun dari angka pada periode sama tahun 2016 yang sebesar 3,78 persen dan 3,36 persen.

Rasio keuangan lainnya juga menunjukkan pencapaian yang cukup baik. ROA sebesar 0,69 persen, dan ROE sebesar 3,49 persen.

Henky menambahkan, memasuki akhir 2017 Bank Sampoerna terus bekerja optimal untuk dapat menutup tahun dengan hasil sesuai target. "Kami juga sudah mulai mempersiapkan rencana strategis untuk berkarya lebih baik di tahun 2018 nanti. Bank senantiasa berkomitmen untuk memberdayakan lebih banyak UMKM dan memberikan pelayanan yang profesional agar kami tetap dapat menjadi lembaga keuangan pilihan masyarakat," tutup Henky.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement