Ahad 15 Oct 2017 18:58 WIB

Panen Raya Picu Harga Bawang Merah Anjlok

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Gita Amanda
  Seorang petani memegang bawang merah.  (ilustrasi)
Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Seorang petani memegang bawang merah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di daerah anjlok menyusul panen raya yang membuat pasokan melimpah. Berdasarkan pantauan yang dilakukan Kementerian Perdagangan, harga bawang merah yang anjlok salah satunya terjadi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, di mana harga turun di bawah Rp 10 ribu per kilogram dari harga normal di kisaran Rp 15 ribu per kilogram.

"Di sini (Enrekang) memang sedang panen raya," kata Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Kementerian Perdagangan, Ninuk Rahayuningrum, saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (15/10). Stok yang berlimpah, menurut Ninuk, membuat bawang merah asal Enrekang sudah diekspor ke Vitenam sebanyak 45 ton.

Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti mengatakan, agar harga tak terus anjlok di tingkat petani, ia sudah menghubungi sejumlah pelaku usaha untuk menyerap bawang merah di daerah yang sedang panen raya dan menjualnya ke daerah di mana harga komoditi tersebut relatif lebih tinggi.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Kementerian Perdagangan, harga bawang merah relatif masih tinggi di Bandung, Banda Aceh, DKI Jakarta, Ambon, Pangkal Pinang dan Manado, yakni di kisaran Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement