Selasa 02 Jun 2026 17:58 WIB

Jurus BP BUMN dan Danantara Genjot Efektivitas MIND ID

Penataan organisasi sebagai fondasi penting agar bergerak lebih adaptif.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Menteri Keuangan  Purbaya Yudhi Sadewa dan COO Danantara Dony Oskaria berbincang sebelum memberikan keterangan terkait Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Ahad (31/5/2026). Pemerintah mulai memberlakukan ekspor tiga komoditas strategis yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy dalam satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai Senin, 1 Juni 2026 untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional.
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan COO Danantara Dony Oskaria berbincang sebelum memberikan keterangan terkait Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Ahad (31/5/2026). Pemerintah mulai memberlakukan ekspor tiga komoditas strategis yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy dalam satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai Senin, 1 Juni 2026 untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara mempercepat langkah penataan organisasi dan struktur bisnis MIND ID guna memperkuat efektivitas holding industri pertambangan negara dalam menjalankan mandat strategis hilirisasi nasional. Hal ini disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria saat bertemu Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin di Jakarta. 

"Penataan ini diarahkan agar operasional perusahaan berjalan lebih fokus, efisien, terintegrasi, serta mampu menjawab kebutuhan transformasi industri mineral dan batu bara ke depan," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga

Dony menyampaikan pertemuan tersebut menyoroti upaya konsolidasi bisnis, penyederhanaan struktur organisasi, serta penguatan tata kelola perusahaan untuk meningkatkan daya saing industri pertambangan nasional. Dalam pembahasan tersebut, Dony memandang, penataan organisasi sebagai fondasi penting agar MIND ID mampu bergerak lebih adaptif dalam mengelola rantai pasok industri mineral secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga pengembangan industri hilir bernilai tambah tinggi.

"Langkah ini juga dinilai penting untuk memperkuat sinergi antarentitas usaha di bawah holding sehingga pengambilan keputusan bisnis dapat berjalan lebih cepat dan terukur," ucap Dony. 

Ia menilai penataan organisasi dan bisnis menjadi langkah penting agar transformasi industri pertambangan nasional berjalan lebih efektif dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara. Dony berharap konsolidasi bisnis di lingkungan MIND ID mampu menciptakan efisiensi operasional, memperkuat integrasi ekosistem industri pertambangan, sekaligus meningkatkan kapasitas investasi pada proyek-proyek strategis nasional.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement