Senin 09 Oct 2017 14:12 WIB

Maskapai Argentina Hentikan Penerbangan ke Venezuela

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nidia Zuraya
Ilustrasi penerbangan
Ilustrasi penerbangan

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Maskapai Argentina memutuskan untuk menghentikan sementara penerbangan ke Ibu kota Venezuela, Caracas. Maskapai Argentina mengatakan pihaknya memiliki kekhawatiran atas keamanan di Venezuela mengingat meningkatnya kekerasan kriminal dan ketidakpastian politik yang terjadi di negara tersebut.

Dengan keputusan ini maka maskapai Argentina akan bergabung dengan puluhan maskapai penerbangan dunia lainnya yang melakukan tindakan serupa. Badan penerbangan dunia, IATA, mengungkapkan dengan keputusan ini maka Venezuela semakin terisolasi.

"Situasinya menadi semakin sulit, sebagian besar anggota Iata telah meninggalkan Venezuela. Hanya ada enam sampai tujuh operator yang membiarkan frekuensi penerbangan yang sangat rendah ini," ungkap Wakil Presiden lATA, Peter Cerda dilansir BBC, Senin (9/10).

"Kita tidak dapat mendapatkan solusi apapun dalam jangka pendek. Venezuela terputus dari seluruh dunia terutama melalui udara," kata Peter menambahkan.

Sejak 2003 Venezuela telah mengoperasikan serangkaian kontrol pertukaran mata uang yang dikelola pemerintah. Akibat kebijakan ini perusahaan penerbangan terpaksa mengubah mata uang lokal yang diterima saat menjual tiket di Venezuela ke dalam mata uang dolar AS. Meskipun begitu pemerintah dengan ketat mengontrol jumlah mata uang asing yang bereda di pasar.

Peter mengatakan lalu lintas penumpang di Venezuela turun 75 persen dalam empat tahun terakhir akibat kebijakan ini. Sebagian besar maskapai telah menyampaikan laporan kepada pemerintah Venezuela mengenai kontrak yang belum dibayar dan kekhawatiran mengenai keselamatan kru.

Pada Agustus, Presiden Penerbangan Panama Copa, Pedro Heilborn mengatakan kepada AFP bahwa perusahaan tersebut akan melanjutkan operasinya di Venezuala meski mengalami kesulitan. "Kami menjadi satu-satunya operator namun niat kami bukan untuk meninggalkan Venezuela," ujarnya.

Pedro juga mengatakan kru Copa tidak akan tinggal di Venezuela. Sementara itu maskapai penerbangan Amerika Serikat, Delta, dan Maskapai penerbangan Kolombia, Avianca, menghentikan pernerbangan ke Venezuela mulai tahun ini.Sedangkan maskapai Jerman Lufthansa sudah menerapkan kebijakan penghentian terbang pada 2016.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement