Ahad 10 Sep 2017 13:07 WIB

Hadapi Musim Tanam Rendeng, Petani Minta Stok Pupuk Aman

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
Stok urea bersubsidi di gudang lini II PT Pupuk Kujang Cikampek, cukup aman untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim rendeng (Ilustrasi))
Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Stok urea bersubsidi di gudang lini II PT Pupuk Kujang Cikampek, cukup aman untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim rendeng (Ilustrasi))

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Menghadapi musim tanam rendeng 2017/2018 di Kabupaten Indramayu, para petani meminta agar stok pupuk aman. Dengan demikian, pelaksanaan musim tanam tidak terhambat.

"Pupuk harus tersedia sesuai kebutuhan petani," kata Wakil Ketua kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang kepada Republika.co.id, Ahad (10/9).

Sutatang menyebutkan, awal musim tanam rendeng di Kabupaten Indramayu diperkirakan mulai terjadi pada awal Oktober 2017. Dia menyebutkan, daerah yang biasanya pertama melakukan musim tanam adalah Kecamatan Terisi, Ktoya, Haurgeulis dan Gantar.

Manager Komunikasi Perusahaan PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, menjamin ketersediaan  pupuk untuk kebutuhan petani pada musim tanam rendeng 2017/2018. Dia pun memastikan, seluruh penyaluran dan pengadaan pupuk bersubsidi akan berjalan dengan lancar dan baik sampai ke tangan petani. "Dengan demikian, (ketersediaan pupuk) tidak menghambat masa tanam tahun ini," ujar Ade.

Dikatakan Ade, ketersediaan pupuk dari gudang produsen hingga distributor dan pengecer bahkan mampu memenuhi kebutuhan petani lebih dari ketentuan dua minggu kedepan. Hal itu  terlihat dari total stok pupuk urea bersubsidi pada awal September 2017 di gudang lini II produsen dan gudang lini III distributor yang mencapai 160 ribu ton.

"Jumlah itu tidak hanya memenuhi kebutuhan pupuk selama dua minggu kedepan, bahkan hingga dua bulan kedepan," ujar Ade.

Ade mengatakan, stok pupuk yang telah tersedia itu bahkan akan terus bertambah dari produksi dua pabrik sebesar 3.500 ton per hari. Karenanya, para petani diminta tidak perlu khawatir dalam memasuki musim tanam rendeng yang akan datang.

Ketika disinggung mengenai realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jabar-Banten, Ade menyebutkan, hingga awal September 2017, telah mencapai 371 ribu ton. Jumlah itu setara dengan 96,82 persen dari ketentuan dinas pertanian terkait yang mencapai 540.700 ton.

Tak hanya pupuk urea, Pupuk Kujang juga menyiapkan pupuk NPK dan pupuk organik. Dia menyebutkan, stok pupuk NPK mencapai 28.650 ton dan pupuk organik sebanyak 8.995  ton.

 Khusus untuk Kabupaten Indramayu, Ade menyebutkan, alokasi pada September mencapai 6.689 ton. Sedangkan stok yang ada di gudang lini tiga di Kabupaten Indramayu mencapai 9.500 ton atau 145 persen dari alokasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement