Jumat 01 Sep 2017 06:00 WIB

Proyek Bandara Kertajati akan Dibedah di Universitas Oxford

Lanskap maket proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Lanskap maket proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengatakan, proses pembangunan dan pembiayaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, akan dibedah khusus di Universitas Oxford, Inggris.

"Bagi kami ini kehormatan karena ini program kepemimpinan yang rutin berlangsung di universitas ternama Amerika dan Inggris yang mengundang banyak narasumber dari sejumlah Negara," kata Virda di Bandung, Kamis (31/8).

Dalam acara yang akan berlangsung 5 sampai 8 September 2017 tersebut, PT BIJB diundang atas rekomendasi peserta Global Challenges in Transport tahun 2016 yang digelar di Universitas Harvard, Amerika. "Dalam rekomendasi tersebut disampaikan bahwa BIJB adalah proyek strategis nasional yang kompleks," katanya.

Menurut Virda, pihak luar menilai upaya pemerintah mewujudkan bandara internasional tersebut tidak mudah mengingat banyak melibatkan berbagai pihak. Proyek bandara ini, menggabungkan keterlibatan unsur pemerintah, BUMD, BUMN dan swasta, baik dalam konstruksi maupun pembiayaan.

"Kebetulan tema bahasan sekarang itu tentang infrastruktur, pembangunan dan pembiayaan" kata dia.

Virda menilai, keikutsertaan PT BIJB dalam acara ini sangat penting, karena bisa menyampaikan best practice dalam pembangunan dan pembiayaan yang melibatkan swasta dan masyarakat. "Skema public private partnership ini merupakan yang pertama dipakai di Indonesia dalam hal membangun bandara," katanya.

Rencananya, PT BIJB akan memaparkan proses pembiayaan bandara tersebut dari mulai murni APBD Jawa Barat, lalu akhirnya mendapat bantuan pembiayaan APBN untuk porsi sisi udara.

Selain itu, juga memaparkan upaya dan proses PT BIJB sebagai BUMD yang dibentuk Pemprov Jabar untuk mengelola Bandara Kertajati juga bertugas menggaet pendanaan dari pihak investor dan perbankan.

"Dari gabungan APBN/APBD lalu mulai masuk  pinjaman sindikasi bank syariah, juga upaya kami menggagas skema peluncuran reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Dengan diundang Oxford artinya pembangunan Bandara Kertajati ini sudah mendapat apresiasi luar biasa," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement