Selasa 29 Aug 2017 21:51 WIB

DBS Luncurkan Aplikasi Bank dalam Ponsel Pintar

Logo Bank DBS.
Foto: Reuters/Tim Chong
Logo Bank DBS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank DBS Indonesia meluncurkan aplikasi menyerupai hampir seluruh layanan bank konvensional yang digunakan dalam ponsel pintar bernama Digibank, dengan target mendongkrak Dana Pihak Ketiga (DPK) perusahaan, yang berinduk usaha di Singapura itu.

"Kami targetkan dalam lima tahun pengguna Digibank ini bisa 3,5 juta pengguna," kata Direktur Konsumer DBS Indonesia Wawan Salum dalam peluncurkan "Digibank" di Jakarta, Selasa (29/8) malam.

Wawan mengatakan Digibank menyasar calon nasabah segmen masyarakat milenial atau masyarakat yang setiap harinya erat dengan perangkat teknologi informasi. Tahun ini, kata Wawan, memang DBS ingin menggencarkan layanan teknologinya.

Namun, sayangnya Wawan enggan mengungkapkan berapa investasi yang sudah disiapkan untuk mengembangkan layanan teknologi perbankan DBS. Dia menjelaskan Digibank ini lebih dari sekedar layanan mobile banking atau internet banking yang dimiliki bank-bank lain.

Layanan ini mengandalkan teknologi biometrik yang mengandalkan data Kartu Penduduk Elektronik (KTP-E). Masyarakat yang ingin membuka rekening Digibank tinggal mengatur waktu dengan agen Digibank untuk membuka rekening.

Keuntungan lainnya, tidak ada ketentuan saldo minimum seperti rekening di bank fisik. DBS juga menjanjikan tidak ada biaya administrasi untuk pembukaan rekening serta bunga yang dinikmati nasabah sebesar tiga persen.

Fitur lainnya dalam Digibank tambahnya adalah layanan transfer dan tarik tunai tanpa biaya. Bahkan, pengguna Digibank dapat mentransfer dana hingga maksimum Rp 200 juta, serta penarikan tunai dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) manapun

Layanan transfer yang mencapai Rp 200 itu, kata DBS, karena dalam Digibank sudah termasuk layanan SKN dan RTGS (Real Time Gross Settlement) atau layanan kliring. Untuk fitur kemanan, Kepala Perbankan Digital DBS Leonardo Koesmanto mengatakan Digibank dilengkapi dengan Soft Token, yang berbeda dengan kata sandi rahasia yang biasa digunakan di bank konvensional.

"Soft token ini jadi pengaman dinamis di dalam aplikasi yang lebih aman dari One Time Password," ujar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement