Kamis 24 Aug 2017 18:25 WIB

Alfamart-Kemendikbud Kerja Sama Program Pendidikan Ritel

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan Kemendikbud menandatangani nota kesepahaman tentang implementasi program Alfamart Class di Kantor Kemendikbud, Kamis (24/8).
Foto: Dok Alfamart
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan Kemendikbud menandatangani nota kesepahaman tentang implementasi program Alfamart Class di Kantor Kemendikbud, Kamis (24/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelola jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kerja sama ini terkait implementasi program pendidikan ritel Alfamart Class.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), di Kantor Kemendikbud, hari ini. Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu, mengatakan Alfamart Class merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan, khususnya bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), yang dijalankan secara berkelanjutan sejak 2009. "Hingga kini, program tersebut telah diimplementasikan di 184 SMK di berbagai wilayah di Indonesia. Dan adanya kerja sama ini menjadi lampu hijau bagi kami, untuk bisa mengimplementasikan Alfamart Class di secara nasional," ujar Tri Wasono Sunu dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (24/8).

Dia mengatakan sebagai industri padat karya, kebutuhan tenaga kerja di ritel modern setiap tahunnya terbilang besar. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk bisa terus memenuhinya. Untuk itu, perusahaan menginisiasi program Alfamart Class yang bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurut dia, pemilihan SMK dianggap tepat karena potensial untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai motivasi kerja tinggi dengan kompetensi teknis mumpuni. SMK yang terpilih didominasi jurusan bisnis dan pemasaran karena sejalan dengan tujuan kurikulum Alfamart Class. Perusahaan melakukan sinkronisasi kurikulum pendidikan ritel sekaligus memperluas pengetahuan tenaga pengajar.

Tri mengatakan, program ini didesain khusus dengan tetap mengacu pada peraturan pendidikan nasional yang ada dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri ritel Alfamart. "Kami memberikan pelatihan juga kepada para tenaga didik. Tujuannya, untuk menyelaraskan program pendidikan dengan kebutuhan industri ritel melalui transfer knowledge dan praktik pembelajaran yang komprehensif," kata dia.

Program CSR ini semakin lengkap dengan adanya pusat bisnis atau laboratorium ritel yang dihibahkan perusahaan sebagai media praktik belajar siswa di sekolah serta program praktik kerja industri (prakerin) yang bisa memberikan pengalaman nyata bagi siswa di dunia kerja. “Kami membekali siswa dengan berbagai kompetensi seperti pengetahuan produk, transaksi dan administrasi penjualan, persediaan produk, prosedur kerja, kerja sama tim, hingga pelayanan pelanggan,” ujarnya.

Tri menyebut, lulusan SMK yang mengikuti program Alfamart Class diberi kebebasan untuk memilih langsung bekerja di Alfamart atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, berbekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, lulusan Alfamart Class juga diharapkan bisa membuka usaha ritel secara mandiri. Dia meyakini, program ini bisa menjadi solusi menguntungkan bagi berbagai pihak. “Di satu sisi kami membantu menyediakan lapangan kerja bagi lulusan SMK, di sisi lain kami juga mendapat tenaga kerja yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan perusahaan,” ujarnya.

Selain Alfamart, kerja sama ini juga dijalankan dengan anak perusahaannya, PT Midi Utama Indonesia Tbk melalui program Alfamidi Class, yang sebelumnya telah dijalankan di Samarinda, Makassar, Yogyakarta, dan Tangerang. Ada 12 SMK yang telah bekerja sama dalam program Alfamidi Class.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement