Kamis 17 Aug 2017 18:15 WIB

Asuransi Syariah Dinilai Jadi Pilihan Tepat Semua Kalangan

Rep: Eric Iskandarsyah/ Red: Nidia Zuraya
Asuransi syariah (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Asuransi syariah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Di era yang penuh resiko saat ini, masyarakat dituntut untuk cerdas memikirkan penjaminan/perlindungan dari semua resiko. Keikutsertaan dalam berasuransi hendaknya menjadi pertimbangan utama agar keberlangsungan hidup kita terproteksi. Dan pilihan yang tepat adalah asuransi syariah. Kenapa syariah, karena asuransi syariah memiliki prinsip tolong menolong dan semua pihak memperoleh menfaat.

Produk-produk pengembangan asuransi syariah juga lebih luwes. Karena masyarakat bisa memilih asuransi yang pas sesuai kebutuhan tertanggung dan keluarganya. Perencanaannya juga bisa didialogkan secara matang dengan pihak asuransi, sehingga masyarakat tidak akan dirugikan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Asuransi Syariah Panin Daichi Life, Muhammad Iqbal dalam Roadshow Seminar bertempat di Convention Hall (Gedung RHA. Soenardjo, SH), kampus UIN Sunan kalijaga Yogyakarta, Rabu (16/8).

Seminar bertema “Sejahtera bersama Asuransi Syariah” ini menghadirkan empat narasumber, yakni Muhammad Iqbal dan Simon Imanto dari Panin DaichiLife, Fenita Handani dari Direktorat Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK dan Muhammad Syakir Sula dari Pengurus Pusat PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Lebih lanjut Muhammad Iqbal menyampaikan, asuransi syariah mempunyai kekhasan toyib dan unggul dibanding produk-produk asuransi konvensional. Sementara itu hal-hal yang bisa diproteksi melalui asuransi syariah antara lain asuransi jiwa.

"Asuransi jiwa menjamin resiko kecelakanan yang berakibat cacat atau meninggal dunia. Bila tertanggung cacat atau meninggal dunia, asuransi jiwa menjamin keberlangsungan hidup keluarga tertanggung," ujarnya dalam keterangan pers kepda Republika, Kamis (17/8).

Sedangkan asuransi kesehatan, menjamin biaya kesehatan tertanggung bukan hanya untuk rawat inap atau pengobatan sesaat, tetapi juga menjamin resiko bila tertanggung harus melalui pengobatan dalam jangka lama. Asuransi kesehatan syariah tidak hanya menangung beaya pengobatan melalui medis, tetapi pengobatan alternatif juga bisa ditanggung.

Asuransi ganti rugi usaha dan harta benda akibat kelalaian, kerugian atau bencana yang tidak terduga. Asuransi ini menjamin tergantikannya kerugian harta benda maupun modal usaha. Asuransi hari tua; menjamin kesejahteraan finansial di hari tua saat kita tidak produktif lagi. Manfaat asuransi hari tua lebih dari sekedar tabungan hari tua, karena tabungan hari tua tidak memperhitungkan adanya nilai uang akibat inflasi dari waktuke waktu.

Menurut Muhammad Iqbal prinsip asuransi syariah, bukan sekedar menaggung resiko kerugian dari tertanggung, tetapi menjamin/ mengurangi beban hidup keluarga tertanggung disaat terjadi hal-hal yang tidak terduga. Kelebihan lain yang dimiliki asuransi syariah adalah dana berasal dari masyarakat, dikelola dengan prinsip tabarru.

Artinya dana masyarakat dikembangakan lembaga, selalu dilaporkan secara terbuka, setiap tahun dihitung hasil pengembangannya, 60% dikembalikan ke masyarakat, 25% dikembangkan lagi, 3% menjadi dana resiko, dan hanya 12% sebagai keuantungan lembaga.

Wakil Presiden Direktur Panin Daichi Life, Simon Imanto menambahkan, lima tahun terakhir ini masih diwarnai krisis ekonomi global akibat credit crunch, perbankan dan asuransi konvesional tidak bisa mengatasi sendirian, disinilah industri keuangan syariah justru tumbuh pesat, konsisten dan mengglobal baik di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim maupun di negara-negara yang penduduk mayoritasnya non-Muslim.

Data menunjukkan aset keuangan syariah Indonesia yang dihimpun dari masyarakat (tumbuh di atas 25% - 29% dari aset ekonomi nasional) atau mampu melampau pertumbuhan industri syariah global yang hanya 15% - 20% dari aset ekonomi global. Pertumbuhan nasional ini disumbang dari perbankan syariah dan Institusi Keuangan Non Bank (IKNB) termasuk asuransi syariah.

"Namun pertumbuhan permodalan syariah dari masyarakat ini belum didukung pemanfaatan industri syariah oleh masyarakat, terutama masyarakat Muslim," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, aktifitas edukasi, literasi dan aktivasi keuangan syariah yang terukur dan terarah kepada masyarakat luas harus terus dilakukan dengan kerjasama yang saling mendukung antara OJK, MES, lembaga-lembaga keuangan syariah dan perguruan tinggi terkait, dan stakeholder yang lain, sehingga kehadiran keuangan syariah bisa dijadikan pilihan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Kami percaya konsep rahmat bagi alam semesta yang dimiliki keuangan syariah dapat menjadi solusi bagi perekonomian bangsa Indonesia di bawah naungan NKRI ini," kata Simon Imanto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement