Senin 14 Aug 2017 15:47 WIB

Kopi dan Soto Jadi Tema Kreatifood 2017

Jumpa pers rencana gelaran Kreatifood 2017.
Foto: Bekraf
Jumpa pers rencana gelaran Kreatifood 2017.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) akan menggelar kembali ajang Kreatifood. Acara ini merupakan kerja sama dengan Ikatan Praktisi Kuliner Indonesia (IPKI).

Kreatifood merupakan ajang akbar untuk mendukung industri kuliner Indonesia yang kini terlah bertransformasi menjadi salah satu industri kreatif Indonesia. Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak mengatakan Kreatifood 2017 akan digelar di dua tempat, yakni Palembang, Sumatra Selatan, pada 22-27 Agustus 2017, dan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, 2-10 November 2017.

Joshua mengatakan Kreatifood di Palembang dihelat dalam rangkaian kegiatan Sriwijaya Festival yang merupakan kegiatan festival seni dan budaya yang berlangsung tiap tahun. "Tema yang kita angkat di Palembang 'Kopi Kita Kopi Giling Lokal' (Koling Lokal)," ujar dia di Jakarta, Senin (14/8).

Adapun Kreatifood di Makassar mengangkat tema kuliner soto, 'Unity in Diversoto'. Acara di Makassar ini, ujar Joshua, hadir di tengah festival yang berisikan fashion, foods, fiction writers, fine arts, folks, fusion music, flora and fauna, dan film. " Soto dan kopi merupakan ikon kuliner Indonesia," kata dia.

Sejak 2016, Joshua mengatakan, Bekraf telah mendorong soto untuk menjadi tema makanan Indonesia. Hal ini agar lebih mudah memperkenalkan dan mempromosikan jenis makanan Indonesia. "Sangat sulit bagi konsumen internasional untuk mengingat begitu banyaknya nama kuliner Indonesia," ujar dia.

Bekraf telah memperkenalkan soto ke ajang pameran di New York, Amerika Serikat, Seoul, Korea Selatan, dan Frankfut, Jerman. Bekraf, ujar Joshua, juga akan mengajak diaspora Indonesia untuk membuat restoran Indonesia yang mengangkat menu andalan soto. Dengan menjadikan soto sebagai lokomotif makanan nusantara di dunia, diharapkan nantinya makanan Indonesia yang lain akan mengikuti.

Sementara kopi giling lokal, ujar Joshua, saat ini telah menjadi tren di masyarakat. Hal ini menjadikan industri kopi olahan di dalam negeri meningkat. "Bekraf telah berupaya mendorong dan meningkatkan potensi kopi lokal yang bukan sekadar komoditi tetapi juga menjadi gaya hidup bagi pecinta kopi di Indonesia," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement