Sabtu 12 Aug 2017 03:13 WIB

Mahasiswa Bekerja yang Keren Menurut Sri Mulyani

Red: Nur Aini
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan kuliah umum saat berlangsungnya acara Pajak Bertutur di Jakarta, Jumat (11/8).
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan kuliah umum saat berlangsungnya acara Pajak Bertutur di Jakarta, Jumat (11/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan mahasiswa yang sudah bekerja dan mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak itu keren, karena berarti sudah memiliki kesadaran untuk membayar pajak.

"Kalau Anda mahasiswa sudah bekerja dan punya NPWP, itu keren," kata Sri Mulyani saat menyampaikan kuliah umum kepada pelajar dan mahasiswa dalam rangka kegiatan Pajak Bertutur di Jakarta, Jumat (11/8).

Sri Mulyani mengatakan kesadaran untuk membayar pajak harus mulai dibangun bagi para pelajar dan mahasiswa yang mulai memasuki dunia kerja, karena instrumen pajak berguna untuk menciptakan keadilan. "Kalau sebentar lagi kalian lulus dan nanti bekerja, jangan lupa yang pertama kali kalian lakukan begitu menerima penghasilan adalah membuka e-filing, cari e-online, dan dapatkan NPWP Anda," katanya.

Ia mengatakan pembayaran pajak sangat penting, karena dibutuhkan untuk mendorong pembangunan ekonomi, yang diperlukan untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Dengan pajak, pemerintah memiliki dana untuk membangun sarana infrastruktur, mendorong penyediaan akses layanan pendidikan maupun kesehatan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Sri Mulyani mengharapkan kepada para pelajar maupun mahasiswa agar selalu kritis dalam menagih hak, agar pemanfaatan pajak tersebut efektif untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. "Kalau sudah membayar pajak, maka awasi, jaga dan pahami APBN itu, thats your money, bukan uang menkeu atau banggar (DPR). Itu uang rakyat, pahami, supaya kita bisa menciptakan masyarakat adil dan makmur," ujarnya.

Sri Mulyani juga menegaskan akan lebih baik untuk bersama-sama bergotong royong membangun Indonesia dengan membayar pajak, karena Indonesia bukan milik segelintir orang dan ekonomi dibangun berdasarkan atas asas kekeluargaan.

"Saya ingin mengatakan republik ini is your country, Anda pemegang sahamnya. Kalau Anda tidak peduli dengan Republik ini, jangan pernah mengharapkan orang lain akan peduli dengan negara Anda. Membangun jiwa dan raga tidak gratis, maka bayarlah pajak untuk membuat Indonesia Raya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement