Rabu 09 Aug 2017 09:07 WIB

Rina, Jadi Perempuan Mandiri untuk Tingkatkan Ekonomi

Salah satu mitra Amartha, Rina.
Foto: Dok Amartha
Salah satu mitra Amartha, Rina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memutuskan untuk menikah di usia muda tidak membuat Rina (24 tahun) berdiam diri di rumah. Saat memutuskan untuk menikah ketika usianya menginjak 19 tahun.

Setelah menikah, dia pun dikaruniai seorang buah hati, yang kini telah berusia 4 tahun. Hal ini tidak begitu saja mengganjal langkah Rina untuk terus bekerja, demi menambah pemasukan keluarga kecilnya.

Mitra Amartha yang baru saja bergabung selama satu tahun ini memiliki tekad bulat untuk dapat menjadi seorang perempuan mandiri, bekerja, dan membantu suami menambah pendapatan keluarga. Setelah bergabung bersama Amartha, dia mulai mengembangkan berbagai bisnis yang dapat dia lakukan di rumah sambil menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu.

Dia memulai bisnis daring dan juga menjadi agen kredit sembako di lingkungan tempat tinggalnya. “Sekarang ya sudah lumayan banyak, modal dari Amartha selain untuk membantu usaha bengkel suami saya juga buat mulai jualan online di OLX sama Facebook, dan BBM juga," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, baru-baru ini.

Bergabung bersama Amartha telah merubah kehidupan Rina menjadi lebih baik. Pasalnya, dia mulai merintis bisnis barunya yakni berjualan aneka baju dan sepatu secara daring di berbagai situs jual beli dan beberapa sosial media. Modal dari Amartha sebesar Rp 3 juta telah dia sisihkan sebagian untuk memulai bisnis daringnya.

Awalnya Rina mencoba menjual sepatu olahraga di OLX dan Bukalapak. Untunglah, barang dagangan Rina laris manis dengan cepat. "Saya jadi mulai rutin masukin ke OLX sama Bukalapak. Terus juga saya coba jual lewat Facebook sama BBM, Alhamdulillah jualan online saya lancar dan bisa nambah pemasukan keluarga,” kata dia.

Dalam satu bulan, pendapatan Rina dari berjualan daring di beberapa situs jual beli dan juga sosial media dapat mencapai Rp 750 ribu. Selain itu, pendapatannya juga masih bertambah dari hasil menjadi agen kredit sembako. Dia mengatakan, dalam satu bulan dapat meraup omzet hingga Rp 3 juta dari hasil kredit sembako sehingga dalam satu bulan, pendapatan kotornya sebesar Rp 3.750.000.

Kini Rina telah mampu berkontribusi untuk pemasukan keluarga kecilnya. Suaminya yang bekerja sebagai montir di bengkel kecil miliknya, merasa bangga pada kerja keras sang istri tercinta. “Ya saya bersyukur, istri bisa ikut bantu saya nambah pemasukan sehari-hari, dia juga tidak meninggalkan kegiatannya sebagai ibu rumah tangga," ujar sang suami.

Suami Rina bersyukur melihat usahanya yang semakin berkembang berkat modal dari Amartha. Rina dan suami memiliki harapan besar kepada buah hati mereka untuk masa depan yang lebih baik. “Saya sudah mulai sisihkan tabungan buat anak, biar nanti buat sekolahnya nggak susah. Saya pengen anak saya nanti sekolah setinggi mungkin, biar lebih baik dari orang tuanya,” ujar Rina.

Amartha sendiri terus bertekad memajukan sektor usaha mikro dan mendukung pemerataan terhadap akses keuangan, khususnya bagi mereka para masyarakat unbanked di berbagai pelosok Indonesia. Semangat ini terus melekat pada visi dan misi Amartha. Hingga kini telah lebih dari 38 ribu mitra yang terdanai dengan total dana yang dikucurkan lebih dari Rp 100 miliar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement