Sabtu 29 Jul 2017 13:25 WIB

SIT Diminta Bekali Anak Didik dengan Literasi Keuangan

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya
BCA memberikan literasi keuangan kepada siswa-siswa SD agar rajin menabung sejak dini.
Foto: BCA
BCA memberikan literasi keuangan kepada siswa-siswa SD agar rajin menabung sejak dini.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Anggota DPR Zulkieflimansyah menaruh harapan Sekolah Islam Terpadu (SIT) mampu melahirkan sosok-sosok pemimpin negeri di masa yang akan datang. Zul, begitu akrab disapa, menilai SIT memiliki potensi besar dalam menciptakan anak didik yang beriman, bertakwa, berkualitas, dan mampu meningkatkan daya saing sektor pendidikan Tanah Air.

Pria asal Sumbawa yang digadang-gadang akan ikut dalam kontestasi pemilihan kepala daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018 ini mengajak SIT yang bernaung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) untuk terus meningkatkan kualitas. Salah satunya dengan mengenalkan anak didik pada dunia ekonomi, mulai dari literasi keuangan hingga pasar modal.

"Saya berharap JSIT juga membekali anak didik dengan literasi keuangan, karena kalau cerdas tapi ekonominya rendah bagaimana," ujar Zul di hadapan ratusan peserta Munas JSIT IV di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Sabtu (29/7).

Menurut Zul, di negara-negara dengan sektor pendidikan yang terbilang maju, anak didik sudah ditanamkan sejak dini untuk mengenal dunia ekonomi. "Di negara lain, anak-anak sudah familiar dengan pasar modal. Coba JSIT ajak anak didik kunjungi pasar modal," lanjut Zul.

Zul juga berbagi pengalamannya yang membangun Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Meski belum genap lima tahun, UTS sudah mampu mengirimkan mahasiswa-mahasiswinya mengikuti kompetisi bioteknologi tingkat dunia di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston, Amerika Serikat (AS).

Zul mengaku ingin mengubah paradigma di mana biasanya banyak mahasiswa Sumbawa yang pergi menimba ilmu di luar daerah seperti Jakarta, Malang, hingga Yogyakarta. Zul ingin, pemuda-pemudi berprestasi di seantero negeri untuk berkuliah di Sumbawa. Menurut Zul, hal ini merupakan upaya untuk memutus ketimpangan sektor pendidikan, mengingat sektor pendidikan di Indonesia bagian timur tertinggal dari bagian barat.

"Semoga ini bisa jadi pusat pendidikan untuk Indonesia bagian Timur," harap Zul.

Tak tanggung-tanggung, Zul memboyong salah satu peneliti terbaik Indonesia, Arif Witarto untuk menjadi dekan fakultas bioteknologi UTS Sumbawa. Selain itu, UTS juga memberikan beasiswa penuh bagi pemuda-pemudi berprestasi di seluruh Indonesia untuk mengenyam pendidikan di Sumbawa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement