Rabu 14 Jun 2017 15:58 WIB

Darmin: Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas Jauh Lebih Penting

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan
Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan pertumbuhan ekonomi tak melulu soal meningkat dari tahun ke tahun. Ia mengatakan yang lebih penting dari pertumbuhan ekonomi adalah faktor komponen yang mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut juga harus membaik dari tahun ke tahun.

Darmin pada rapat Badan Anggaran di Gedung DPR mengatakan pada tahun ini pihaknya optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa membaik hingga 5,2 persen. Angka ini lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,1 persen.

Mengenai keputusan Menkeu dan DPR Komisi XI soal pertumbuhan ekonomi ia nilai merupakan keputusan yang tepat. Sebab menurutnya, pertumbuhan ekonomi bukan hanya sekedar angka. Ia menilai, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik maka tercermin dari adanya pemerataan, tingkat pengangguran yang menurun dan inflasi yang juga turun.

"Pertumbuhan yang berkualitas sebenernya yang tidak perlu tinggi tapi cukup untuk kita, tingkat pengangguran turun, kemiskinan turun, gini ratio turun, inflasi turun. Dia harus komplit tuh, baru dia disebut pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," ujar Darmin di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/6).

Darmin mengatakan yang paling penting adalah pertumbuhan ekonomi yang bukan sekedar angka namun dampaknya bisa langsung dirasakan kepada masyarakat. Ia mengatakan nilai penting dalam pertumbuhan ekonomi adalah indikator pengagguran yang menurun dan tingkat kemiskinan yang juga turun.

"Katakanlah Pertumbuhan ekonominya naik, tapi inflasinya juga naik. Ini kan kasian para masyarakat yang memang tidak bisa mengakses barang. Jadinya tingkat kemiskinanannya pasti juga naik, ini gak berkualitas" ujar Darmin.

Darmin mengatakan kinerja perekonomian membaik akibat bertambahnya motor penggerak ekonomi, yakni di sektor perdagangan luar negeri ekspor-impor. Selama ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya dimotori oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Jika ketiga unsur utama ini sudah bisa mendorong pertumbuhan, mengindikasikan fondasi ekonomi yang kuat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement