Rabu 07 Jun 2017 10:41 WIB

Miliarder Kontroversial Saudi, Adnan Khashoggi Tutup Usia

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Miliarder Arab Saudi, Adnan Khashoggi.
Foto: wikipedia.org
Miliarder Arab Saudi, Adnan Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Seorang miliarder asal Arab Saudi Adnan Khashoggi yang terkenal dengan gaya hidup mewahnya telah meninggal dunia di London dalam usia 82 tahun. Adnan meninggal dunia karena penyakit Parkinson yang dideritanya.

Sebuah pernyataan dari keluarganya mengatakan, Adnan menjali hari-hari terakhirnya dikelilingi oleh keluarga, anak-anak, dan cucu-cucunya yang setia. Dilansir BBC News, Rabu (7/6), Adnan Khashoggi merupakan pebisnis yang telah mendapatkan pengakuan global dengan prestasinya yang luar biasa dan terkenal dengan kemurahan hatinya.

"Ayah kami memahami bahwa mempersatukan orang-orang secara bersama-sama jauh lebih baik dari siapapun. Dia menggabungkan kecerdasan komersial dengan loyalitas terhadap negaranya, dan dia selalu memajukan kepentingan negaranya," ujar pernyataan keluarga Adnan.

Sosok Adnan terkenal ketika dia menjadi penengah dalam kesepakatan perdagangan senjata antara perusahaan Amerika Serikat dan Arab Saudi pada sektiar 1960an sampai 1970an. Ketika itu, dia bekerja sama dengan Lockheed Corporation yang sekarang dikenal dengan Lockheed Martin. Kemudian, dia juga mewakili Perancis dalam mengamankan kesepakatan perdagangan minyak mentah al Yamamah senilai 20 miliat dolar AS di Arab Saudi. Sampai saat ini kontrak jangka panjang tersebut masih berjalan.

Kontroversi Adnan Khashoggi

Namun, dibalik kesukesannya sebagai pebisnis, Adnan juga sempat menuai sejumlah kontroversi. Pada 1987 dia muncul di sampul depan majalah Time dengan judul Those Shadowy Arms Traders: Adnan Khashoggi's High Life and Flashy Deals.

Tak hanya itu, dia juga sempat menghabiskan waktu di penjara Swiss pada 1980an. Ketika itu dia dilaporkan melawan ekstradisi ke AS setelah dituduh membantu menyembunyikan dana atas nama mantan presiden Filipina Ferdinand Marcos dan istrinya. Hukuman penjara Adnan akhirnya dikurangi sehingga dia dapat melenggang bebas.

Adnan tercatat pernah memiliki salah satu kapal pesiar terbesar di dunia bernama Nabila dengan ukuran 86 meter. Kapal ini pernah dipakai dalam film James Bond Never Say Never Again. Ketika bisnisnya mengalami kesulitan keuangan, dia menyerahkan kapal pesiar tersebut kepada Sultan Brunei yang kemudian dijual lagi kepada Donald Trump dengan harga 29 juta dolar AS pada 1980an.

Pada 1997, pengadilan di Paris meminta Adnan untuk membayar denda sebesar 1,6 juta dolar AS karena menyelundupkan 37 lukisan dengan jet pribadinya. Lukisan tersebut dibeli dari Amerika Serikat. Catatan kontroversi Adnan lainnya adalah, pada 1998 sebuah kasino di Hotel Ritz London menuntutnya untuk membayar hutang sebesar 8 juta poundsteling.

Adnan Khashoggi lahir di Mekkah, dan dia merupakan anak dari dokter pribadi Raja Abdul Aziz Al Saud. Saudara perempuan Adnan, Samira Khashoggi menikah dengan Mohammad Al Fayed dan memiliki anak bernama Dodi Al Fayed yang meninggal dunia dalam kecelakaan bersama Putri Diana.

Adnan Khashoggi memiliki jaringan bisnis yang sangat besar dan berhasil membuat serangkaian kesepakatan industri persenjataan internasional dari 1960an sampai 1980an. Kesuksesan tersebut membawa Adnan menjadi salah satu pengusaha terkaya di Arab Saudi. Bahkan kekayaannya disebut menyaingi kekayaan Kerajaan Saudi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement