Selasa 06 Jun 2017 16:59 WIB

Industri Panel Surya di Nevada Kembali Menggeliat

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Budi Raharjo
Panel pengumpul tenaga surya
Foto: AP
Panel pengumpul tenaga surya

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perusahaan panel surya asal Amerika Serikat (AS) Tesla Inc dan Sunrun Inc akan kembali memasok panel atap tenaga surya di Nevada. Hal ini setelah legislator setempat mengeluarkan undang-undang mengenai penggunaan panel surya untuk kebutuhan energi listrik sehari-hari.

Sebelumnya Public Utilities Commission Nevada membatalkan kebijakan metering pada akhir 2015, dan memindahkan rumah tangga dengan panel surya ke tingkat struktur yang kurang mengutungkan bagi pemanfaatan daya energi. Padahal, kebijakan buy back sangat penting untuk membuat harga hunian yang menggunakan panel surya lebih terjangkau dengan memberikan kredit kepada pemilik panel atas energi yang dihasilkan.

Hal tersebut menyebabkan anak perusahaan Tesla yakni SolarCity dan Sunrun Inc berhenti berbisnis panel surya di Nevada. Pada 2016 tercatat pekerjaan instalasi panel surya menurun sebesae 32 persen.

"Perundang-undangan ini tidak hanya akan membawa kembali energi matahari ke Nevada, namun juga memungkinkan industri untuk berinovasi serta tumbuh secara berkelanjutan. Ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja dan jutaan dolar AS untuk keuntungan ekonomi negara," ujar juru bicara Tesla dilansir Reuters, Selasa (6/6).

Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut telah disahkan, serta mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat dan Republik. Vice President of Public Policy Sunrun Inc Alex McDonough mengatakan, disahkannya RUU ini merupakan bukti bahwa industri panel surya akan kembali bangkit di Nevada.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement