Selasa 16 May 2017 14:02 WIB

Bank Sentral: Ketahanan Ekonomi Asia Timur-Pasifik Perlu Diperkuat

Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan
Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para Gubernur Bank Sentral Asia Timur dan Pasifik dalam pertemuan di Auckland, Selandia Baru, sepakat meningkatkan kerja sama untuk mengantisipasi tekanan ekonomi global saat ini maupun jangka panjang.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dalam pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (16/5), produktivitas dari kegiatan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik harus ditingkatkan dengan memastikan stabilitas makro ekonomi terjaga dan kondusif.

Produktivitas kegiatan ekonomi juga, kata Agus, menjadi kunci untuk mengendalikan laju inflasi, sebagai salah satu tantangan perekonomian. "Produktivitas menjadi kunci bagi upaya pengendalian inflasi dan pengembangan kapasitas perekonomian dalam jangka menengah," ujar dia dalam "Executives Meeting of East Asia and Pacific Central Banks (EMEAP)" tersebut.

Agus juga menyoroti perlunya konsistensi dalam menjalankan reformasi struktural untuk mendorong efisiensi dan daya saing perekonomian. Ketahanan ekonomi, kata dia, juga perlu diperkuat dengan pendalaman pasar keuangan.

Para gubernur Bank Sentral juga mendiskusikan perkembangan Komite Stabilitas Moneter dan Keuangan (Monetary and Financial Stability Committee/MFSC) terkait pengawasan (surveillance), kegiatan riset, dan kerangka manajemen krisis regional. "Pembahasan juga meliputi peran, manfaat dan tantangan teknologi finansial (financial technology) terhadap perekonomian," ujar dia.

Selain itu, kata Agus, pertemuan juga mendiskusikan berbagai inisiatif kerja sama di bidang pengawasan bank, pasar keuangan, sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi serta teknologi informasi. "Kami mencatat perkembangan positif pada ekonomi di kawasan, meskipun beberapa risiko ketidakpastian ke depan perlu terus mendapat perhatian," tutur Mantan Menteri Keuangan tersebut.

Forum kerja sama di Asia Timur dan Pasifik itu terdiri dari sebelas bank sentral dan otoritas moneter di wilayah Asia Timur dan Pasifik. Keanggotaan meliputi the Reserve Bank of Australia, the People's Bank of China, the Hong Kong Monetary Authority, Bank Indonesia, the Bank of Japan, the Bank of Korea, Bank Negara Malaysia, the Reserve Bank of New Zealand, Bangko Sentral, Pilipinas, the Monetary Authority of Singapore, and the Bank of Thailand.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement