Rabu 03 May 2017 11:58 WIB

Pemerintah Serap Dana Rp 4,075 Triliun dari Obligasi Syariah

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Layar monitor menunjukan pergerakan grafik surat utang negara di Delaing Room Treasury (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan
Layar monitor menunjukan pergerakan grafik surat utang negara di Delaing Room Treasury (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 4,075 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (2/5) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 10,95 triliun. Adapun jumlah dana yang diserap tersebut berasal dari seri SPNS03112017, PBS013, PBS014, PBS011 dan PBS012.

"Total nominal yang dimenangkan dari kelima seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 4,075 triliun. Underlying asset-nya yaitu proyek/Kegiatan dalam APBN tahun 2017 dan BMN," ujar Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, Rabu (3/5).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, tercatat jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS03112017 mencapai Rp 2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,51 persen dan imbalan secara diskonto. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 3 November 2017 sebesar Rp 4,988 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,44 persen dan tertinggi 6,50 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS013 sebesar Rp 820 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,93 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2019 ini mencapai Rp 2,87 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,91 persen dan tertinggi 7,16 persen.

Untuk seri PBS014 jumlah yang dimenangkan sebesar Rp 710 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,04 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2021 ini mencapai Rp 1,22 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,94 persen dan tertinggi 7,25 persen.

Untuk seri PBS011, tidak ada jumlah yang dimenangkan. Adapun tingkat imbalan 8,75persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Agutus 2023 ini mencapai Rp 644 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 7,31 persen dan tertinggi 7,63 persen.

Untuk seri PBS012, jumlah dimenangkan mencapai Rp 545 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,95 persen dan tingkat imbalan 8,875 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Nopember 2031 ini mencapai Rp 1,23 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,87 persen dan tertinggi 8,13 persen.

Menurut Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, penyerapan dana dari lelang lima seri SBSN ini lebih sedikit dari lelang SBSN sebelumnya. Sebelumnya, Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 3,47 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa(18/4) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 14,33 triliun.

"Nilai penawaran dan penyerapan SBSN kali ini di bawah periode sebelumnya yang disebabkan belum banyaknya pelaku pasar yang masuk dalam aktivitas transaksi pasca libur Mayday. Selain itu, ditambah lagi dengan meningkatnya yield obligasi AS sehingga pelaku pasar sedikit menahan diri," kata Reza.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement