Rabu 29 Mar 2017 12:36 WIB

AS Keluarkan ZTE dari Daftar Negatif Perdagangan

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya
Logo ZTE
Logo ZTE

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) akan mengeluarkan perusahaan pembuat peralatan telekomunikasi asal Cina, ZTE Corp, dari daftar negatif perdagangan mereka. Ini dilakukan setelah ZTE mengaku bersalah karena melanggar sanksi telah mengirimkan produk teknologi buatan Amerika ke Iran. 

ZTE juga telah setuju untuk membayar 900 juta dolar AS untuk menebus kesalahannya tersebut. "Dengan mengakui kesalahan yang telah kami buat dan mengambil tanggungjawab atas perbuatan tersebut, kami nyatakan bahwa ZTE adalah perusahaan yang sehat dan dapat dipercaya," ujar Direktur Eksekutif ZTE, Zhao Xianming, seperti dikutip Reuters, Selasa (28/3). 

Tahun lalu, Departemen Perdagangan AS memberlakukan larangan ekspor bagi ZTE sebagai bentuk hukuman karena telah melanggar sanksi AS terhadap Iran. Larangan tersebut akan mencegah para supplier untuk memasok semua peralatan yang dibuat di Amerika pada ZTE. Larangan itu pun berpotensi menghentikan rantai suplai ZTE. 

Satu tahun berlalu, setelah ZTE melakukan komunikasi dengan pihak terkait, Departemen Perdagangan AS pun menunda sementara larangan perdagangan selama tiga bulan. Selama masa tersebut, ZTE diperkenankan melakukan transaksi bisnis dengan supplier-supplier asal AS. 

Sebelumnya, investigasi yang dilakukan AS menemukan bahwa ZTE telah menandatangani kontrak dengan Iran untuk mengirim sejumlah hardware dan sofware bernilai jutaan dolar AS. 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement