Kamis 09 Mar 2017 06:00 WIB

Investasi Asing di Jabar Tertinggi

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Satria K Yudha
Pekerja merakit mobil Mercedes-Benz The News E-Class di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/1).
Foto: Republika/ Wihdan
Pekerja merakit mobil Mercedes-Benz The News E-Class di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/1).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Provinsi Jawa Barat (Jabar) menduduki urutan pertama dalam realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) 2016. Nilainya mencapai 5,47 miliar dolar AS. Penanam modal terbesar di Jabar adalah Jepang senilai 2,86 miliar dolar AS. 

"Investasi di Jabar ini sangat baik. Mudah-mudahan dengan berbagai proyek saya masih optimistis di 2017 investasi di Jabar terus membaik," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Juda Agung kepada wartawan usai High Level Meeting Mendorong Perekonomian Jabar Melalui peningkatan Investasi, Rabu (8/3).

 Juda optimistis investasi di Jabar akan terus membaik seiring berbagai pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan Pemprov Jabar. Selain PMA, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 2016 Provinsi Jabar pun menempati urutan kedua.  

"Pertumbuhan investasi di Jabar memang masih di dukung peningkatan laju pertumbuhan PMA. Sementara PMDN, masih mengalami perlambatan," katanya. 

Peningkatan laju pertumbuhan PMA ini, kata dia, di dorong oleh investasi pada industri alat angkutan dan makanan. Sementara perlambatan laju PMDN, disebabkan oleh menurunnya investasi pada industri kimia dan makanan.

Dilihat dari lokasi sebarannya, kata dia, pangsa PMA dan PMDN terbesar disalurkan ke wilayah yang merupakan basis industri. Di antaranya, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta.

Menurut Juda, untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di Jabar, Bank Indonesi dan Pemprov Jabar telah membentuk Forum West Java Incorporated (WJI) yang telah melaksanakan berbagai program kerja di 2016. 

Juda mengatakan, peningkatan investasi di Jabar berdampak pada perekonomian Jabar. Pertumbuhan ekonomi Jabar 2016 tercatat sebesar 5,67 persen atau meningkat dibandingkan 2015 yang sebesar 5,04 persen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement