Rabu 25 Jan 2017 04:23 WIB

Amerika Tutup Diri, Indonesia Disarankan Fokus Pasar Asia

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Budi Raharjo
Peti Kemas
Foto: REPUBLIKA/Wihdan Hidayat
Peti Kemas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengambil kebijakan ekstrem yang membuat negara tersebut tertutup dari perdagangan bebas. Terkait kondisi yang memengaruhi perekonomian global itu, ekonom Chatib Basri mengatakan Indonesia harus mulai fokus menggarap pasar Asia.

"Kalau Amerika pasarnya sulit, mau tidak mau harus lihat Asia," kata Chatib, dalam diskusi Prospek Ekonomi dan Bisnis 2017 yang diselenggarakan oleh Kadin Indonesia di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (24/1).

Terlebih, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi di Asia masih tergolong baik, yakni di kisaran enam persen. Mantan menteri keuangan tersebut mengatakan, Indonesia harus mengarah pada sektor yang pasti didukung oleh hampir semua negara, seperti infrastruktur, pendidikan dan pengembangan usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Secara politik, ujar Chatib, ketiga sektor tersebut terbilang aman. "Kalau Anda mau kerja sama di situ, tidak ada yang menolak. Tapi kalau bicaranya menurunkan tarif, orang akan takut," ujarnya.

Selain itu, Chatib juga menyarankan agar pemerintah Indonesia memfokuskan kebijakan fiskal demi mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakmenentuan kondisi perekonomian global pasca-Amerika dipimpin Donald Trump. Caranya dengan menahan laju inflasi dan meningkatan daya beli masyarakat lewat program-program cash forward dan padat karya yang dapat memberikan kontribusi langsung pada rakyat.

"Orang suruh kerja, sederhana saja, misalnya membersihkan selokan, bangun jalan, dengan begitu dia punya pendapatan dan akan belanja. Kalau dia belanja akan ada permintaan dan swastanya akan investasi," kata Chatib.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement