Rabu 18 Jan 2017 20:41 WIB

Peserta BPJS Naker Capai 22,6 Juta

Rep: Rizky Jaramaya / Red: Satria K Yudha
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BPJS Ketenagakerjaan berhasil mengumpulkan kepesertaan aktif mencapai 22,6 juta orang atau 103 persen dari target 2016. Bahkan, kepesertaan program jaminan pensiun telah mencapai 9 juta orang sejak diluncurkan pada Juli 2015. Sedangkan total iuran yang dikumpulkan juga melebihi target yaitu mencapai Rp 48,53 triliun atau 114 persen dari target 2016.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, mengatakan pencapaian yang melebihi target ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan dan didukung oleh berbagai pihak termasuk kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, pegawai BPJS di seluruh Indonesia telah berusaha keras untuk meningkatkan perlindungan kepada seluruh pekerja baik Penerima Upah (PU) dan Bukan Penerima Upah (BPU) sepanjang 2016 lalu.

"Kami juga telah bekerjasama dengan berbagai stakeholder baik pemerintahan dan swasta, serikat pekerja, asosiasi pengusaha, bahkan masyarakat umum untuk meningkatkan kepesertaan," ujar Agus dalam keterangan pers yang diterima Republika Online, Rabu (18/1).

Agus menambahkan, kepesertaan sektor BPU meningkat signifikan sebanyak 378 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau mencapai 1,37 juta peserta. Pencapaian kepesertaan BPU ini juga melebihi target yang ditetapkan pada 2016 atau mencapai 226 persen.

Dari sisi pembayaran manfaat pada 2016, BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan pelayanan optimal dengan besaran klaim masih dibawah yang ditargetkan. Klaim yang dibayarkan pada  Desember 2016 mencapai Rp 20,06 triliun atau 77 persen dari estimasi.

Klaim terbesar berasal dari Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai Rp 18,6 triliun dari 2,2 juta kasus, sebagai dampak regulasi yang membuka peluang pencairan karena PHK atau mengundurkan diri. "Namun, secara keseluruhan rasio klaim kami masih sangat terkendali," kata Agus.

Sementara dari sisi dana kelolaan, Agus menjelaskan, dana yang terkumpul telah mencapai Rp 260,54 triliun dengan tingkat return investasi mencapai 9,43 persen. Hal ini juga telah melebihi target dana investasi yang ditetapkan untuk 2016, yaitu sebesar 106 persen dari target. 

“Tren pencapaian yang diraih pada 2016 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," kata dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement