Sabtu 07 Jan 2017 17:40 WIB

Menko Perekonomian Jamin tak Ada Kartel Cabai

Menko Perekonomian Darmin Nasuiton
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Menko Perekonomian Darmin Nasuiton

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution memastikan kenaikan harga cabai yang kerap terjadi berulangkali bukan disebabkan ada kartel, melainkan dikarenakan kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Harga cabai saat ini memang sedang naik karena produksinya menurun akibat musim hujan," jelasnya di Surabaya, Sabtu (7/1).

Ia menepis naiknya harga cabai yang terjadi berungkali disebabkan oleh permainan kartel. "Berlebihan kalau menuding ada kartel di balik seringnya kenaikan harga cabai," ujarnya.

Tanaman cabai, lanjut dia, merupakan komoditas yang mudah membusuk, sehingga terjadinya kenaikan harga cabai di berbagai daerah bukan ada kartel yang menimbun. "Tidak perlu kartel, kalau produksi cabai menurun, maka harganya akan meroket dengan sendirinya," tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan produksi tanaman cabai rentan dengan intensitas air hujan yang dapat menyebabkan terserang jamur. Karenanya selama musim hujan tidak stabil, harga cabai akan terus naik-turun seperti itu.

"Biarlah sekali-sekali petaninya untung oleh cuaca yang tidak menentu, tapi kan produksinya menurun, jadi sebenarnya juga tidak ada yang diuntungkan dari faktor alam ini," ucapnya.

Ia juga mengatakan produksi tanaman cabai sangat beda dengan bawang. Darmin mengatakan tanaman bawang lebih tahan terhadap faktor cuaca. "Kalau cabai, setiap musimnya jelek dia pasti anjlok," katanya.

Solusinya, menurut dia, agar harga cabai tetap stabil, pemerintah akan memasok cabai dari hasil tani di daerah yang musim hujannya tidak tinggi ke daerah yang intensitas hujannya tinggi.

"Kita tidak perlu impor cabai. Menteri perdagangan sudah mengidentifikasi rencana pendistribusian cabai dari mana mau ke mana," ungkapnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menyebut, kawasan timur Indonesia intensitas hujannya tidak begitu tinggi, sehingga bisa disalurkan ke daerah lain. Namun persoalannya, di kawasan Indonesia Timur, tidak terlalu banyak petani yang menanam cabai.

"Harusnya, kita bisa mungkin ke depan bisa melakukan riset untuk mencegah berkembangbiaknya jamur pada tanaman cabai. Kalau jamur bisa ditahan, maka yang rontok akan berkurang, sehingga produksinya akan tetap stabil," imbuhnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement