Rabu 21 Dec 2016 07:00 WIB

Pasar Saham AS Menguat Setelah BOJ Pertahankan Kebijakan

Bursa saham di Wall Street
Foto: AP
Bursa saham di Wall Street

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Wall Street memperpanjang kenaikannya pada Selasa (20/12) atau Rabu (21/12) pagi WIB, meninggalkan Dow Jones Industrial Average dalam jarak terdekat dengan 20 ribu poin, karena bank sentral Jepang (BoJ) mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 91,56 poin atau 0,46 persen menjadi berakhir di 19.974,62 poin. Indeks S&P 500 bertambah 8,23 poin atau 0,36 persen menjadi ditutup pada 2.270,76 poin, dan indeks komposit Nasdaq menguat 26,50 poin atau 0,49 persen menjadi 5.483,94 poin.

Selain mempertahankan suku bunganya negatif 0,1 persen, BoJ juga memilih untuk mempertahankan target imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang (JGB) 10-tahun pada sekitar nol, sementara kepemilikan tahunan dipertahankan pada kenaikan sekitar 80 triliun yen (682 miliar dolar AS).

Setelah pertemuan kebijakan dan memilih untuk mempertahankan kesesuaian di setiap perubahan kebijakan baru, bank sentral juga meningkatkan penilaian ekonominya mengatakan tren pemulihan moderat telah berlanjut dan ekspor telah meningkat.

"Ekonomi Jepang telah melanjutkan tren pemulihan moderat. Ekonomi luar negeri terus tumbuh pada kecepatan yang moderat, meskipun sebagian negara-negara berkembang tetap lamban. Dalam situasi ini, ekspor telah meningkat," kata BoJ dalam sebuah pernyataan, Selasa (20/12).

Saham Tokyo ditutup lebih tinggi pada Selasa (20/12) di tengah keputusan BoJ. Indeks Nikkei 225 naik 0,53 persen menjadi 19.494,53 poin, level penutupan tertinggi tahun ini.

Di Eropa, ekuitas membukukan keuntungan pada Selasa (20/12), meski terjadi dua serangan terpisah di ibu kota Jerman dan Turki. Indeks acuan DAX Jerman di Bursa Efek Frankfurt naik 0,33 persen, sedangkan indeks CAC 40 Prancis bertambah 0,56 persen. Tidak ada data ekonomi utama yang dirilis pada Selasa (20/12).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement