Rabu 26 Oct 2016 13:24 WIB

Edukasi Industri Keuangan Syariah Melalui Kalangan Civitas Akademika

Rep: rizky jaramaya/ Red: Damanhuri Zuhri
Keuangan Syariah (Illustrasi)
Keuangan Syariah (Illustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Bank Indonesia menerbitkan buku seri keuangan syariah yang berjudul Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah di Indonesia dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2016 di Surabaya.

Penerbitan buku ini sebagai bentuk tanggung jawab BI sebagai regulator yang berusaha membentuk lingkungan industri yang kondusif melalui materi edukasi secara umum. Selain itu, buku tersebut dapat menjadi materi ajar bagi kalangan civitas akademika di perguruan tinggi dan sekolah.

"Penyediaan materi edukasi ini sangat dinantikan sejumlah kalangan, terlebih lagi materi terkait produk dan akad yang selama ini menjadi faktor yang berperan sentral dalam operasi keuangan syariah," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Benny Siswanto di Surabaya, Rabu (26/10).

Benny menjelaskan, buku ini menyajikan latar belakang penggunaan produk dan bentuk akad. Selain itu, buku tersebut juga dilengkapi dengan landasan ketentuan dan fatwa serta dinamika yang terjadi sejak awal praktik munculnya keuangan syariah sampai sekarang. Bahkan beberapa produk dan akad terdapat pembahasan komparasi aplikasinya dengan negara lain.

Menurut Benny, hal ini merupakan informasi yang sangat berharga dalam meyakinkan banyak pihak yang selama ini masih ragu dengan kesyariahan produk dan akad dalam industri keuangan syariah di Indonesia. Selain itu, wawasan yang disajikan buku ini menjadi bahan yang sangat bermanfaat untuk menyosialisasikan praktik keuangan syariah di sekolah-sekolah Islam, pondok pesantren, ormas Islam, dan tokoh masyarakat.

Deputi Gubernur BI Hendar mengatakan, literasi keuangan syariah masih rendah. Banyak hal yang menyebabkan rendahnya literasi keuangan syariah, antara lain pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang masih rendah terhadap produk dan akad keuangan syariah yang menggunakan istilah-istilah arab.

Selain itu, masih ada pula keterbatasan sumber daya insani yang memahami keuangan syariah, serta masih terbatassnya sarana edukasi keuangan syariah. "Di sinilah dibutuhkan sumber-sumber edukasi keuangan syariah yang inspiratif dan implementatif, khususnya di Indonesia," ujar Hendar.

Bank Indonesia sudah mengeluarkan buku terkait ekonomi dan keuangan syariah. Diantaranya pada 2011 BI menerbitkan buku berjudul Ekonomi Islam, kemudian Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia, dan yang terbaru yakni Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah. Hendar berharap, buku ini dapat memperkaya khazanah keilmuan di bidang keuangan syariah di Indonesia.

Selain itu, buku ini juga diharapkan mampu menambah wawasan dan meningkatkan pemahaman seluruh lapisan masyarakat secara lebih mendalam tentang produk dan akad yang digunakan.

Hendar menambahkan, buku ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai posisi Indonesia dalam implementasi produk dan akad dibandingkan beberapa negara yang memiliki industri keuangan syariah. "Kami berharap buku ini menjadi rujukan tidak hanya di kalangan akademik domestik, namun juga di kalangan internasional," ujar Hendar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement