Rabu 19 Oct 2016 13:59 WIB

BRISyariah Sediakan Fasilitas Modal Kerja untuk Waskita Beton

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Waskita Beton Precast
Foto: koranloker.info
Waskita Beton Precast

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BRISyariah menjalin kerja sama dengan PT Waskita Beton Precast dalam bidang pembiayaan fasilitas modal kerja. Dengan penandatanganan kerja sama ini,BRISyariah resmi memberikan fasilitas pembiayaan kepada PT Waskita Beton Precast yang akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja.

Direktur Utama BRISyariah Moch Hadi Santoso mengatakan, kerja sama ini dilakukan dalam rangka untuk mendorong peningkatan hubungan bisnis antara kedua belah pihak, khususnya peningkatan bisnis di sektor komersil melalui layanan transaksi perbankan. Serta secara khusus bagi kedua belah pihak merupakan bentuk kerja sama yang saling menguntungkan dengan menggalang dan potensi untuk mendukung kegiatan usaha.

“Perkembangan bisnis komersil BRISyariah yang semakin pesat telah mendorong berbagai inovasi dan terjalin berbagai kerja sama untuk memberikan kemudahan bagi semua pihak yang telah bekerja sama dengan BRISyariah," ujar Hadi, Rabu (19/10).

Direktur Bisnis Ritel dan Komersial BRISyariah Indra Prasono mengatakan, nilai kerja sama tersebut sebesar Rp 300 miliar untuk pembiayaan fasilitas modal kerja. Kerja sama ini merupakan salah satu upaya bagi BRISyariah untuk ikut berperan serta dalam melakukan pembiayaan di bidang infrastruktur. 

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk Ratna Ningrum mengatakan, pembiayaan tersebut untuk refinancing atas pinjaman pemegang saham yang diberikan oleh Waskita Karya kepada Waskita Beton Precast sebesar Rp 300 miliar pada awal 2016, yang digunakan sebagai kredit modal kerja. 

Belum lama ini, Waskita Beton Precast telah melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Waskita Beton Precast akan melepas sebanyak-banyaknya 10,54 miliar lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 490 per lembar saham.

Dari hasil IPO tersebut, perseroan berharap bisa meraup dana segar hingga Rp 5,1 triliun. Dari perolehan dana tersebut, rencananya sebanyak 56 persen akan digunakan sebagai modal kerja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement