Rabu 19 Oct 2016 02:02 WIB

Dua Tahun Jokowi, MPR Soroti Sektor Ekonomi dan Pertanian

Rep: eko supriyadi/ Red: Budi Raharjo
Gula impor
Foto: Antara
Gula impor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Mahyudin, menyoroti sektor pertanian dan ekonomi selama dua tahun pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, Jokowi dihadapkan pada gejolak ekonomi global yang cukup kuat.

Akibatnya, harga komoditi banyak yang turun, sehingga menyebabkan penerimaan negara juga turun. Ini  menyebabkan pemerintah memangkas anggaran cukup besar.

"Itu tantangan yang dihadapi pemerintahan Jokowi, tapi saya kita Jokowi bisa menghadapi itu dan berjalan cukup baik. Dengan beberapa paket kebijakan ekonomi, membua kita masih bertahan, termasuk ada program tax amnesty sehingga bisa menutupi anggaran yang kurang," kata Mahyudin, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/10)

Meski kinerja Jokowi dibidang ekonomi cukup baik, Mahyudin tetap meminta pemerintah perlu meningkatkan lagi kinerjanya. Sementara di sektor pertanian, lanjut dia, pemerintah harus berjuang untuk mewujudkan swasembada pangan.

Untuk mewujudkan swasembada, Mahyudin meminta Kementerian Pertanian untuk saling mendukung satu sama lain. "Barang-barang impor yang tidak perlu enggak mesti didatangkan terlalu banyak, seperti gula rafinasi, row sugar. Tapi harus ada perbaikan daripada industri gula kita," ucapnya.

Efisiensi produksi penting untuk ditingkatkan. Kementerian perindustrian harus mendorong adanya modernisasi alat-alat di pabrik gula, terutama yang dibawah BUMN. Hal tersebut dilakukan agar produksi gula menjadi murah sehingga bisa bersaing bersaing.

"Kementerian Pertanian juga harus mampu mendorong sentra-sentra peternakan, untuk menjamin ketersediaan pasokan daging nasional, agar tidak bergantung kepada impor," ujar dia.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi