Sabtu 15 Oct 2016 11:07 WIB

Jonan Diminta tak Berubah karena Banyaknya Kepentingan di ESDM

Rep: c39/ Red: Andi Nur Aminah
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10).
Foto: Antara/ Yudhi Mahatma
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Sekmen BUMN dan Staf Khusus Kemen ESDM, Said Didu meminta agar Mentri ESDM, Ignasius Jonan bersikap tegas dalam menjalankan tugas barunya. Pasalnya, dia di Kementerian ESDM yang banyak kepentingan.

"Semoga dia (Jonan, Red) tidak berubah. Karena kepentingan di ESDM ini sangat banyak," ujar Said Didu dalam diskusi bertema 'Pekerjaan Lama untuk Menteri Baru"' di Gado-gado Boplo, Jalan Gereja Theresia No. 41, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10).

Menurut dia, jika Jonan banyak membuka jendela terhadap orang-orang berkepentingan bisnis tersebut, maka Jonan tidak akan lama menjadi Menteri ESDM. "Kepercayaan publik terhadap Jonan ini tinggi, dukungan DPR-nya juga bagus. Dia sekarang tinggal minta mandat ke presiden mau diarahkan kepada dirinya, biar tidak jadi kesalahpahaman," kata Said.

Sementara, Director Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa mengatakan bahwa di awal-awal Jonan harus memahami dulu segala hal yang berada di sektor energi, perminyakan, dan lain-lain. "Saya kira Jonan sebagai menteri baru di ESDM harus belajar dulu memahami konstalasi, paling tidak 30 hari setelah dilantik. Kemudian, segera minta mandat dari presiden," kata dia.

Seperti diketahui, dalam menjalankan tugas barunya itu Jonan akan didampingi oleh wakilnya, Arcandra Tahar, yang sebelumnya juga pernah dilantik sebagai Menteri ESDM. Keduanya baru dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (14/10) kemarin. Kedepannya, keduanya diharapkan untuk memberantas mafia-mafia migas di Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement