Ahad 14 Aug 2016 21:56 WIB

Kencana Residence Resmi Gandeng Ascott

Apartemen
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Apartemen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- The Kencana Residence yang dikembangkan PT Menara Perkasa Margahayu Land (MPM) resmi menggandeng The Ascott Ltd untuk mengoperasikan Somerset Residence di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan.  Direktur Utama MPM Susanto Kiswandono mengatakan saat ini unit yang telah terjual mencapai 70 persen dari total unit yang ada. 

Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir Februari 2017. Hunian ini terdiri dari dua tower dengan total 395 unit dilengkapi fasilitas pool dan gym. Rinciannya, menara apartemen setinggi 35 lantai berisi 191 unit, sedangkan menara kondotel yang juga setinggi 35 lantai berisi 204 unit."Apartemen kami yang berada di kawasan elite tidak jauh dari Pondok Indah ini menargetkan warga generasi kedua yang tinggal di daerah Pondok Indah," ujar Susanto, di Jakarta, Ahad (14/8).

Pengembang menyasar generasi kedua dengan pertimbangan kedekatan emosional keluarga.  Biasanya ikatan keluarga membuat mereka tidak mau tinggal berjauhan."Selain itu, The Kencana Residence juga menargetkan ekspatriat khususnya Jepang dan Korea karena properti kami berada tidak jauh dari koridor bisnis TB Simatupang yang sekarang sedang berkembang," kata Susanto.

The Kencana Residence juga memiliki tiga tipe penthouse yaitu type 60 m2, 200 m2, dan 250 m2. Harga per meter persegi sebesar Rp 55 juta. Salah satu daya tarik yang ditawarkan kepada konsumen adalah kerjasama dengan Ascott dalam pengoperasian serviced residence.

Melalui kerjasama ini, Susanto menjelaskan, Ascott akan mengoperasikan serviced residence The Kencana dengan brand Somerset Kencana. Somerset Kencana dengan total 148 unit terdiri dari beberapa tipe apartemen yaitu satu kamar, dua kamar dan tiga kamar.

Setiap tipe apartemen dilengkapi dengan dapur yang lengkap dan beberapa fasilitas termasuk kolam renang dan gym. "Dengan layanan serviced residence ini maka konsumen akan mendapatkan pelayanan apartemen fully furnished yang bisa disewa dengan perlengkapan layaknya hotel," kata Regional General Manager Indonesia & Australia The Ascott Limited (Ascott) Kenneth Rogers menimpali.

Sektor properti Indonesia dipercaya bakal terus tumbuh. Ada beberapa hal yang mendasari yaitu suku bunga bank sudah diarahkan menjadi single digit, pajak final diturunkan dari sebelumnya 5 persen menjadi tinggal 2,5 persen yang berlaku pada September 2016, dukungan perbankan dengan LTV dari 80 persen menjadi 85 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement