Selasa 09 Aug 2016 15:37 WIB

Industri Tekstil Indonesia Diminta Lakukan Diversifikasi Produk

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Pabrik tekstil di Indonesia (Ilustrasi)
Foto: KBRI Roma
Pabrik tekstil di Indonesia (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintaah akan mendorong agar industri tekstil tekstil (TPT) nasional menghasilkan produk non woven sebagai bagian dari strategi diversifikasi produk sekaligus perluasan pemasaran ekspor.

Produk non woven itu diantaranya digunakan untuk material pembangunan infrastruktur jalan tol, agro textiles, medis, industri makanan dan minuman, industri otomotif serta industri manufaktur konsumsi lainnya.

Diversifikasi produk ini, menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, diharapkan bisa dilakukan seiring dengan dibangunnya kawasan fashion city di Kawasan Industri Kendal (KIK) di Jawa Tengah.

"Kami sangat mendukung pembangunan Kawasan Industri Kendal, terutama adanya klaster khusus industri tekstil yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk tekstil kita di pasar domestik dan ekspor," ujar Airlangga, Selasa (9/8).

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, industri TPT merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang atau sebesar 10,36 persen tenaga kerja di sektor industri. Pada Februari 2016, nilai ekspor industri ini naik sebesar 6,81 persen jika dibandingkan periode sebelumnya (month on month).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement