Sabtu 30 Jul 2016 19:42 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI tidak Sebanding dengan Pertumbuhan Industri

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ilham Akbar Habibie menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap cukup baik di dunia ini ternyata memiliki catatan pada pertumbuhan industrinya.

Menurutnya pertumbuhan industri besar di Indonesia kini tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi, dengan kata lain pertumbuhan industri masih kurang berkembang. 

"Pertumbuhan ekonomi kita tidak sebanding dengan pertumbuhan industrinya," ujarnya, di sela acara Rapat Umum Anggota Ikatan Alumni Program Beasiswa Habibie (IABIE) di Jakarta, Sabtu (30/7).

Ia melihat fokus pengembangan industri tanah air saat ini tidak bisa lagi hanya sebatas industri komoditas. Perlu strategi baru untuk mengejar ketertinggalan di bidang industri besar dan strategis.

Di sisi lain, Indonesia juga tidak bisa hanya memperbesar sektor industri jasa. Karena bagaimana pun industri besar dan strategis harus dikebut pertumbuhan dan teknologinya.

"Memang kita sudah punya PT Dirgantara Indonesia (DI) dan beberapa industri besar dan strategis lain. Tapi jangan berhenti sampai di situ. Industri besar dan strategis harus tetap menjadi prioritas demi kemajuan teknologi bangsa Indonesia," kata dia.

Dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar dan potensial, menurut dia, Indonesia harus memegang peranan penting dalam pengembangan industri besar dan pengembangan teknologi. Ia menyayangkan bila ada pihak yang mengatakan industri tekstil tidak penting saat ini. 

Menurutnya industri tekstil tetap penting dengan dikembangkan, tentunya dengan teknologi yang lebih canggih bukan harga yang lebih murah. Karena itu, ia menyayangkan bila ada yang hanya bangga ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong dari faktor konsumsi bukan produksi. 

"Kedepan pertumbuhan ekonomi haruslah berbanding lurus dengan pertumbuhan industri, khususnya industri berat dan strategis," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement