Jumat 29 Jul 2016 18:53 WIB

Menhub akan Buka Lebar Peluang Swasta Masuk Sektor Perhubungan

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Foto: Antara/ Widodo S. Jusuf
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana membuka lebih lebar lagi kesempatan investor swasta untuk terlibat dalam pembangunan di sektor perhubungan. Artinya, pihak swasta akan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur perhubungan baik perhubungan darat, laut, atau udara termasuk untuk menjadi operator.

Langkah tersebut diambil salah satunya untuk mendorong pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar bisa lebih mengalir ke daerah dan merangsang efek ikutan yang bakal dialami oleh masyarakat ketika swasta bisa masuk. Budi menilai, keterlibatan swasta yang lebih banyak bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

"Swasta diberikan kesempatan luas mengelola dan memberikan pelayanan dengan rule of the game (aturan main) yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga APBN bisa dipakai untuk stimulus ke banyak daerah. Jadi ada satu upaya memberikan kesempatan swasta untuk effort pelayanan ke masyarakat. Kalau swasta sudah baru BUMN," kata Budi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (29/7).

Upaya ini nantinya akan ditempuh Budi dengan melonggarkan sejumlah regulasi yang dinilai bakal menghambat keterlibatan swasta. Hanya saja, ia menjanjikan ide untuk melibatkan swasta lebih jauh tak akan melupakan aspek keselamatan dan keamanan serta kemanfaatan yang didapat masyarakat. Budi menyebut akan melihat lebih jauh beleid yang masih mengalami irisan antarkementerian untuk mengurangi hambatan untuk berinvestasi. Peran swasta, menurutnya, masih dapat diimbangi dengan adanya PSO.

"Jadi BUMN dan swasta mampu bekerja. Deregulasi dan konektivitas, apa aturan itu sewajarnya ada gunanya atau malah ada yang tidak perlu lagi. Sehingga sejalan dengan maksud untuk memberdayakan swasta, menjadi kemudahan untuk swasta," kata Budi.

Upaya untuk membuka peluang swasta terlibat dalam pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek perhubungan, ujarnya, tak lantas membuat lantas pembangunan berkiblat pada komersialisasi. Ia mengaku, antara layanan dan keuntungan secara materi memang ibarat dua kutub yang berseberangan. Hanya saja, ia meyakini keterlibatan swasta akan membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas. Ujungnya, pendapatan masyarakat meningkat dan daya beli masyarakat ikut naik. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement