Ahad 17 Jul 2016 14:10 WIB

Bulog Siap Bangun 10 Ribu Rumah Pangan

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Maman Sudiaman
Direktur Utama PT Bulog Djarot Kusumayakti
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Direktur Utama PT Bulog Djarot Kusumayakti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Bulog berencana bangun 10 ribu Rumah Pangan. Menurut Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, kehadiran Rumah Pangan untuk mengatasi persoalan distribusi yang selama ini kerap menjadi kendala dalam menyalurkan komoditas pangan.

"Kami di Bulog tidak punya jaringan, maka kami numpang akibatnya biaya distribusinya juga tidak murah. Nah, kam ingin bangun distribusi chanel-nya. Kami mulai bangun rumah pangan," katanya di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/7).

Rumah Pangan merupakan sebuah pasar alternatif yang kecil bersifat rumahan yang dimanfaatkan sebagai pusat pangan bagi komunitas sekitar.

Ia membayangkan apabila memiliki 10 ribu Rumah Pangan di seluruh Indonesia, akan memudahkan Bulog dalam menyalurkan komoditas pangan kepada masyarakat. "Masalah penyaluran barang akan lebih cepat sampai kepada konsumer dengan biaya yang relatif murah, sehingga harga jual rendah dan mengurangi biaya konsumen," lanjutnya.

Konsep Rumah Pangan sedang digodok dan dalam proses penyempurnaan. Ia mengaku akan bekerja sama dengan sejumlah ahli baik dalam bidang manajemen, administrasi, maupun sumber daya manusia.

"Outlet Rumah Pangan nantinya berkonsep menjual bahan pangan yang sehat dan murah," ungkap Djarot.

Ia mempersilakan masyarakat yang memiliki garasi untuk mendaftar agar dijadikan sebagai outlet Rumah Pangan dan Bulog akan menyediakan komoditas yang akan dijual.

"Konsepnya bukan murni pedagang, melainkan ibu rumah tangga, sehingga jangan dong dia disuruh belanja. namun barang itu harus sampai di rumah. Tetapi dia harus janji kalau ambil marjin yang wajar," sambungnya.

Bagi masyarakat yang tertarik, ia mengajak untuk mendaftar dengan datang ke Kantor Bulog dengan syarat memiliki garasi atau lahan kosong di rumah, dan juga punya modal kerja. "Masalah modal kerja, saya akan kerjasama dengan perbankan untuk memberikan KMK agar bisa membeli komoditas," ujarnya.

Komoditas yang dijual merupakan komoditas pangan dasar yang sesuai daerah masing-masing semisal beras berbagai spek, baik premium, medium, super, beras merah, dan beras hitam, Gula berbagai macam spek, minyak goreng, bawang putih, bawang merah.

"Kalau dibutuhkan daging sapi, daging ayam, telor, kita akan bantu menyiapkan komoditas tersebut. Saya punya tanggung jawab tidak menjual barang dengan mahal dan tidak sehat. semua harus teruji sehat," katanya.

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement