Rabu 13 Jul 2016 15:31 WIB

Program Sejuta Rumah BTN Terealisasi 300 Ribu Unit

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih
Pameran properti dengan skema pembelian KPR.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pameran properti dengan skema pembelian KPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program satu juta rumah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada Semester 1 2016 telah mencapai 300 ribu unit. Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, target hingga akhir tahun 2016 BTN akan membangun sebanyak 570 ribu unit rumah subsidi. Realisasi per juni total 300 ribu unit dengan rincian KPR 170 ribu dan konstruksi 130 ribu.

"Kita sedang backlog 14,1 juta. Kalau 1 juta per tahun berarti harus 14 tahun. Bagaimana caranya kita selesaikan backlog kurang dari 14 tahun? Salah satunya dengan mencetak developer baru," ujar Maryono di Menara BTN, Rabu (13/7).

Untuk itu, BTN menargetkan sekitar 500 pengembang baru pada tahun 2016. Pencapaian ini akan dilakukan melalui kerjasama antara Housing Finance Centre (HFC) BTN dengan School of Bussiness and Management Institut Teknologi Bandung (ITB).

BTN Gandeng ITB Kerja Sama Bidang Pendidikan Properti

Dalam kerjasama ini, BTN memberikan pendidikan properti kepada mahasiswa MBA ITB. Program MBA Mini Properti merupakan pendidikan satu bulan dengan materi teori dan praktik real estate dan properti.

Maryono menjelaskan, kerjasama ini merupakan salah satu program Housing Finance Centre (HFC) BTN yang memiliki fungsi utama sebagai Learning Centre, Research Centre dan Advisory Centre.

"Jadi salah satu programnya. Ada training dan riset. HFC sudah riset harga-harga rumah di seluruh Indonesi, sehingga bisa membantu harga rumah tidak naik terlalu tinggi karna sudah diinformasikan," jelas Maryono.

Strategic Innovation and Performance Management Division Head BTN, R Mahelan menambahkan, sejak 2015, HFC telah mendidik 120 pengembang. Menurutnya, dari sebanyak 120 pengembang tersebut tercatat dapat membangun rata-rata 15-20 unit rumah. Di tahun ini, HFC pun akan lebih memfokuskan pendidikan calon pengembang ini, guna mempercepat realisasi satu juta rumah.

"Jadi dalam rangka sejuta rumah, tahun ini perkiraan satu orang calon developer rata-rata bisa 50 rumah. Jadi kalau 500 developer kan kita punya 25 ribu unit rumah. Itu harapannya," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement