Senin 07 Mar 2016 19:52 WIB

Jepang Pastikan Terus Berkontribusi untuk Industri Indonesia

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Djibril Muhammad
Bendera Jepang
Foto: techgenie.com
Bendera Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ‎Pemerintah Jepang tetap serius membantu perkembangan industri di Indonesia. Bahkan pemerintah Jepang melalui Kansai Economic Federation (Kainkaren) mencoba mencari jalan baru untuk menciptakan peluang kerja sama yang semakin luas.

Chairman Kenkeiren, Shosuke Mori mengatakan, pihaknya menginginkan ada peningkatan hubungan kerja sama ekonomi yang lebih kuat. Hal itu ditunjang dengan kemitraan strategis di berbagai bidang seperti peningkatan sumber daya manusia, manufaktur, hingga industri pariwisata.

"Kami memiliki keinginan kuat untuk berkontribusi pada ekonomi Indonesia. Kami ingin tahu bidang industri mana saja yang membutuhkan kerja sama dengan Jepang," ujar Shosuke Mori usai melakukan pertemuan dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution, di Jakarta, Senin (7/3).

‎Shosuke juga mencoba mencari tahu kondisi perkembangan dan arah perekonomian Indonesia. Sehingga pemerintah Jepang lebih mengetahui bidang industri apa yang layak dikembangkan di Indonesa ke depan.

Dia juga menuturkan, pihaknya telah mendapatkan masukan dari Menko Perekonomian, Darmin Nasution, bahwa Indonesia akan mempermudah perizinan kepada perusahaan asing untuk masuk dan bergerak di Indonesia.

Revisi daftar negatif investasi (DNI) yang dilakukan pemerintah, juga dianggap membuat pemodal asing lebih terbuka masuk ke Indonesia. Tren ini diharap bisa meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Bapak Menteri (Darmin) juga menyampaikan harapan besar kepada perusahaan Jepang yang unggul di bidang industri untuk ikut berkontribusi," lanjut Shosuke.

‎Sementara, Darmin Nasution mengatakan, dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang lebih tinggi, perlu Industri yang mampu meningkatkan ekspor serta mampu menciptakan lapangan kerja baru. Dengan paket kebijakan yang dikeluarkan, pemerintah berharap bisa memperbaiki iklim bisnis dan investasi.

"Pemerintah berupaya betul mencoba mereformasi kebijakan yang akan memberi kemudahan berusaha di Indonesia. Sekaligus memberikan kepastian berusaha‎ sehingga investor lebih tertarik masuk ke Indonesia," ujar Darmin.

Sejumlah bidang usaha yang akan kemungkinan besar dikembangkan oleh yaitu, infrastruktur jalan‎ tol, bandar udara, pembangunan pelabuhan, maupun pembangkit listrik. Bidang kesehatan farmasi juga akan coba ditumbuhkan dalam menunjang perekonomian. Di sektor lain adalah industri pengolahan karet, perikanan, elektronik, pariwisata, kimia, sampai bahan baku intermediate goods.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement