Kamis 21 Jan 2016 15:14 WIB

Pemasangan Instalasi Listrik Dibuat Satu Pintu

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini
Petugas memasang instalasi internet dan listrik di kampung deret Petogogan, Jakarta Selatan, Selasa (18/3).
Foto: Yasin Habibi/Republika
Petugas memasang instalasi internet dan listrik di kampung deret Petogogan, Jakarta Selatan, Selasa (18/3).

REPUBLIKA.CO.ID,AKARTA -- Pemerintah membuka pintu bagi PT PLN (persero) untuk melayani pemasangan instalasi listrik bagi pelanggan baru untuk daya hingga 2.200 VA. Hal ini diyakini bisa menjawab banyak keluhan masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan ketika akan memasangan instalasi baru, lantaran persyaratan yang rumit termasuk harus memiliki Surat Layak Operasi (SLO). Meski begitu, PLN tetap dikenakan pertanggungjawaban penuh apabila ada insiden yang terjadi pada gedung atau bangunan yang instalasi listriknya tanpa disertai SLO.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman menjelaskan, semua permintaan pemasangan instalasi listrik oleh masyarakat nantinya akan dilakukan melalui satu pintu, dan terekam secara online. Pelaksanaan SLO dan pelayanan satu pintu, kata Jarman, bertujuan untuk merapikan pelanggan yang selama ini memasang instalasi listrik tanpa SLO atau standar teknis yang layak, sehingga berujung pada kecelakaan atau insiden yang tidak diharapkan termasuk kebakaran yang kerap menimpa sejumlah permukiman di DKI Jakarta.

"Kan banyak rumah-rumah yang nakal, makanya harus dirapiin pelan-pelan. Tahun lalu kita bisa register 2,4 juta. Tahun ini akan kita tambah. Bangunan baru wajib," ujar Jarman.

Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM Munir Ahmad juga menambahkan, nantinya akan dibangun sistem online untuk sambungan listrik secara terintegrasi antara Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sebagai regulator, PT PLN (Persero) sebagai penyedia tenaga listrik, Instalatir sebagai pemasang instalasi listrik, serta Lembaga Inspeksi Teknik Tegangan Rendah (LIT-TR) sebagai penerbit SLO. Munir menyebutkan, semua pihak yang terlibat diharapkan siap mengintegrasikan sistem informasi yang dimiliki ke dalam sistem layanan satu pintu sambungan listrik tersebut.

Pemerintah, kata dia, telah memberlakukan sistem database register SLO online yang terintegrasi dengan LIT-TR sejak 1 Januari 2015.

"Sistem database tersebut akan terus dikembangkan untuk meningkatkan pengawasan dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan sertifikasi instalasi listrik," kata Munir di kantornya, di Jakarta, Kamis (21/1).

Sementara itu, Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menyatakan, perusahaan menyambut baik pelaksanaan pelayanaan satu pintu ini. Ia mencontohkan, nantinya masyarakat bisa datang langsung ke kantor PLN terdekat untuk meminta bantuan jasa pemasangan instalasi listrik yang sesuai standar keamanan. Hal ini karena, selama ini kerap kali masyarakat membangun instalasi listrik dibantu oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi teknis dalam hal kelistrikan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement