REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT. Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengaku tengah mengkaji kemungkinan potensi dua anak usahanya untuk melantai di bursa. PT. WIKA Realty dalam hal ini paling diprioritaskan.
"Sedang dikaji antara PT. WIKA Gedung dan PT. WIKA Realty mana yang lebih bagus untuk didorong, yang jelas tahun depan memang sedang kami programkan salah satunya," ungkap Sekretaris Korporasi WIKA, Suradi, saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/12).
Reancananya, kata dia, aksi korporasi ini akan dilakukan pada semester II tahun depan. WIKA Realty akan diprioritaskan melihat bisnis anak usahanya itu lebih menjanjikan dan memiliki prospek baik nantinya. "Kami sudah minta pihak konsultan untuk analisis," tegasnya.
Sementara, ia menuturkan, kisaran saham yang akan dilepas sebesar 30 persen. Untuk dana yang diincar ia sebut akan senilai Rp 1 triliun.
"Masih dikaji sambil dilihat dana PMN (Penyertaan Modal Negara-red) kapan diketok palu," lanjut dia.
Setelah WIKA Realty resmi melantai di bursa, pihaknya berencana akan mendorong WIKA Gedung untuk menyusul aksi itu. Suradi menambahkan, sebenarnya rencana IPO bagi WIKA Reality ini sudah ada sejak awal tahun 2015. Namun, rencana itu tertunda karena kondisi perekonomian yang tak mendukung.