Kamis 10 Dec 2015 14:50 WIB

Pemerintah akan Ganti Raskin dengan Uang Tunai

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Nidia Zuraya
Pekerja menata karung-karung beras untuk rakyat miskin (raskin) di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kelapa Gading, Jakarta.
Foto: Antara/Rosa Panggabean
Pekerja menata karung-karung beras untuk rakyat miskin (raskin) di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kelapa Gading, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA - Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, pemerintah sedang mengkaji perubahan subsidi beras miskin (raskin) dari bentuk beras ke dalam bentuk uang tunai. 

"Ada rencana untuk diubah ke uang tunai. Kalangan akademisi memberi masukkan bahwa subsidi raskin dalam bentuk uang tunai akan lebih efisien," kata Suahasil di Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12). 

Suahasil menegaskan, perubahan mekanisme penyaluran bantuan raskin ini tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah masih perlu mendengarkan pendapat dari kalangan akademisi, ekonom, serta masyarakat apakah perubahan tersebut memang lebih baik ketimbang memberikan bantuan dalam bentuk beras. 

"Saya belum bisa katakan kapan perubahan mekanisme ini bisa atau jadi diterapkan. Yang pasti, tahun depan penyalurannya masih dalam bentuk beras," kata Suahasil. 

Dia menambahkan, salah satu alasan mengubah mekanisme penyaluran karena selama ini banyak masyarakat yang berhak menerima raskin tidak menerima penyaluran raskin sesuai jatahnya masing-masing. 

"Setiap kepala keluarga kan jatahya 15 kg, tapi pada kenyataannya rata-rata hanya 5 kg dapatnya," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement