Rabu 28 Oct 2015 09:02 WIB

PLN Siap Cabut Subsidi Listrik untuk 22 Juta Pelanggan

Warga mengecek meteran listrik di Rusunawa Cipinang, Jakarta, Rabu (9/9).
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Warga mengecek meteran listrik di Rusunawa Cipinang, Jakarta, Rabu (9/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) akan memindahkan pelanggan listrik berdaya 900VA ke 1.300VA hingga akhir 2015 agar subsidi listrik tepat sasaran.

"Pelanggan 900VA akan dinaikkan semua ke 1.300VA, pelanggan 900VA itu ada 22 juta. Kalau ada yang komplain kami akan datangi rumahnya," ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Jakarta, kemarin.

Sementara pelanggan listrik dengan daya 450VA, menurut dia, akan dipindahkan ke 900VA setelah pemindahan pelanggan dari 900VA ke 1.300VA selesai.

Dia mengatakan, banyak warga yang tidak masuk kategori miskin menurut ketentuan pemerintah yang mengambil manfaat subsidi listrik dengan memasang daya 900VA dan 450VA, karena itu PLN memindahkannya.

Dengan memindahkan pengguna daya 450VA ke 900VA dan 900VA ke 1.300VA, ia memperkirakan, pemerintah dapat menghemat dana subsidi listrik hingga Rp 30 triliun per tahun.

"Tahun ini kita sudah irit kira-kira Rp 30 triliun, subsidi tahun depan Rp 30 triliun lagi, berarti dua tahun hemat subsidi Rp 60 triliun yang bisa dipakai untuk yang lain," tuturnya.

Menurut data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pelanggan PLN yang miskin sekitar 24 juta orang sementara pelanggan listrik 450VA dan 900VA yang disubsidi sampai 45 juta.

Undang-Undang tentang Kelistrikan mengamanatkan subsidi listrik untuk masyarakat tidak mampu dan mengatur detail kategori masyarakat tidak mampu.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah hanya menganggarkan subsidi listrik Rp 37 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016, turun dari sekitar Rp 66 triliun pada 2015 karena subsidi listrik dinilai tidak tepat sasaran dan dinikmati penduduk yang mampu. Mulai tahun depan, pemerintah akan memastikan subsidi listrik hanya untuk warga yang benar-benar miskin. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement