Senin 19 Oct 2015 04:18 WIB

Keuangan Syariah Makin Diminati Pasar Global

Rep: C26/ Red: Ilham
Ekonomi Syariah Solusi Krisis Global: Nasabah berada di kantor Bank Muamalat, Jakarta, Kamis (9/4).
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Ekonomi Syariah Solusi Krisis Global: Nasabah berada di kantor Bank Muamalat, Jakarta, Kamis (9/4).

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Pengelolaan keuangan secara Islam dikabarkan semakin mendapatkan tempat di pasar-pasar internasional. Tak hanya di negara mayoritas Muslim, namun perbankan syariah juga diminati di pasar-pasar utama negara barat.

Dilansir dari Khaleej Times, Ahad (18/10), sebuah penelitian tentang perbankan syariah dilakukan oleh Morgan McKinley. Hasilnya disebutkan kekuatan perbankan syariah akan memperoleh nilai global aset yang diperkirakan mencapai 6,5 triliun dolar Amerika pada tahun 2020 mendatang.

“Keuangan Islam sudah berkembang pesat di pasar-pasar utama. Angka-angka tidak berbohong,” katanya seperti dikutip dalam penelitian.

Perkiraan angka tersebut disebut cukup berbanding jauh dengan kondisi sebelumnya. Di mana keuangan secara Islam masih belum banyak diminati. Pada tahun 1990 bahkan perbankan syariah hanya mencapai 150 miliar dolar Amerika.

Hal ini disebabkan karena semakin populer dan diterima oleh kalangan global yang berminat mengelola keuangan secara Islami.

Pengelolaan keuangan secara Islam adalah sistem keuangan yang sesuai dengan hukum syariah. Sistemnya melarang untuk mengambil atau menerima bunga atau 'riba'. Pelembagaan keuangan Islam dimulai pada tahun 1960.

Tujuan utamanya adalah untuk memenuhi persyaratan keuangan Muslim dengan prinsip-prinsip Islam Syariah.

Dilaporkan di Uni Emirat Arab, sistem perbankan syariah sudah mendapatkan popularitasnya, bahkan di kalangan ekspatriat non-Muslim. Hal ini disebabkan karena banyak bank syariah menawarkan penawaran yang baik dan istilah pada berbagai produk yang menguntungkan secara syariah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement