Rabu 14 Oct 2015 13:40 WIB

Harga BBM Nonsubsidi di Maluku-Papua Turun

Petugas sedang mengisi BBM pada kendaraan di Stasiun Pengisian Bensin Umum (SPBU), Jakarta, Senin (5/10).
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Petugas sedang mengisi BBM pada kendaraan di Stasiun Pengisian Bensin Umum (SPBU), Jakarta, Senin (5/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Manajemen Pertamina Marketing Operating Region (MOR) VIII Maluku-Papua menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Harga jual pertamax di Papua sebesar Rp 11.750, Papua Barat Rp 12.250, Maluku Rp 10.950 dan Maluku Utara Rp 12.350.

Sedangkan harga pertamina dex di Papua dan Maluku masing-masing besaran per liternya menjadi Rp 17.700 dan Rp 19.900. "Jadi terhitung sejak 15 Oktober 2015 pukul 00.00 WIT, Pertamina menurunkan harga jual BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax dan Pertamina Dex," ujar General Manager Pertamina MOR VIII Muhammad Irfan di Jayapura, Rabu (14/10).

Menurutnya, penurunan harga yang tergolong kecil ini diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat ditengah kondisi perekonomian yang kurang baik. "Walau turunnya hanya Rp 100, tapi kita harap ini bisa membantu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah perekonomian yang hampir terjadi di seluruh dunia," ucapnya.

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini merupakan salah satu item dari paket kebijakan ekonomi III yang digulirkan Presiden selain dari kemudahan izin investasi, penurunan suku bunga kredit lunak dan lain sebagainya.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan paket ekonomi III dengan titik berat pada sejumlah sektor yang diharapkan dapat dirasakan oleh pelaku ekonomi riil.

Menko Perekonomian Darmin Nasution berujar, ada dua pokok utama nanti akan disampaikan lebih lanjut oleh Menteri ESDM dan yang kedua Menteri Agraria dan Tata Ruang. Kebijakan di bidang energi, menurut Darmin meliputi bidang bahan bakar minyak (BBM), gas dan tarif listrik bagi industri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement