Senin 05 Oct 2015 21:34 WIB

Ekonomi Melambat, Presiden Minta Semua Pihak Optimistis

Rep: Aldian Wahyu Ramadhan/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Jokowi sudah mengeluarkan paket ekonomi jilid II.
Foto: Setkab
Presiden Jokowi sudah mengeluarkan paket ekonomi jilid II.

REPUBLIKA.CO.ID, BALA RAJA -- Presiden Joko Widodo mengajak segenap pihak bersikap optimistis meski ekonomi dunia mengalami perlambatan. Ia melihat peluang lapangan kerja baru masih terbuka.

"Kenapa?‎ Karena masih banyak peluang di negara kita yang dapat diangkat untuk menjadi sebuah investasi dan lapangan pekerjaan," kata Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan ‎pada Peluncuran Program Investasi Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja di Balaraja Barat, Banten, Senin (5/10).‎

Hanya dengan optimisme itulah persoalan di negara ini bisa diselesaikan. "Optimisme itulah yang terus akan kita sampaikan," ujar Presiden.‎

Pemerintah juga terus mendorong perbaikan iklim investasi dengan mempercepat proses pendirian Badan Hukum Investasi melalui PTSP Pusat di BKPM yang meliputi izin penanaman modal (investasi), akta pendirian perusahaan dan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai badan hukum Indonesia, serta NPWP. "Proses ini maksimal tiga jam, mulai 26 Oktober 2015," kata Presiden.‎

Presiden membandingkan proses yang sama di Dubai, Uni Emirat Arab yang hanya membutuhkan waktu satu jam. Memang, kata Presiden, Indonesia baru bisa menjadi tiga jam, tapi itu sudah lebih baik, karena sebelumnya adalah delapan jam. "Kalau tidak ada terobosan, kita akan ditinggal. Kalau pola lama yang masih dipakai, tidak akan ada orang datang yang berinvestasi di daerah kita," ucap Presiden.‎

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement