Jumat 28 Aug 2015 20:54 WIB

Kereta Cepat Belum Diperlukan

Kereta cepat, Shinkansen
Foto: Rocketnews24
Kereta cepat, Shinkansen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Emil Salim menilai kereta cepat Jakarta-Bandung belum diperlukan karena jaraknya yang dinilai terlalu dekat untuk ukuran kereta cepat, yakni 180 kilometer.

"KA cepat bukan prioritas, sebab dia (kereta cepat) berguna untuk jarak jauh, misalnya Jakarta-Sumatera, kalau Jakarta Bandung akan waste resource (membuang sumber daya)," kata Emil, Jumat (28/8).

Emil menambahkan terlebih saat ini tengah mengalami penguatan dolar AS yang menyebabkan biaya yang dikeluarkan menggunakan dolar dan sangat mahal.

"Saya anggap ini boros dan tidak urgent (terburu-buru) apalagi dolar sedang langka," katanya.

Dia juga mengaku khawatir KA cepat akan merusak sistem KA yang sudah ada, untuk itu disarankan agar memperbaiki infrastrukturnya terlebih dahulu.

"Lebih baik perkuat bantal-bantal KA, kereta cepat seluruh infrastruktur, rail, komunikasi, keselamatan, itu sepenuhnya satu paket," katanya.

Mantan Menteri Perhubungan itu menjelaskan jika kereta api cepat dengan biaya sekitar Rp60 triliun ini jadi beroperasi, waktu tempuh Jakarta-Bandung cuma 34 menit saja, sementara itu masyarakat masih banyak yang belum bisa menikmati air bersih dan energi listrik.

    

Menurut dia, program kereta cepat tidak lebih prioritas jika dibandingkan dengan pembangunan "tol laut" (sebutan untuk transportasi laut Barat-Timur RI dengan kapal besar).

"Saya menyambut baik 'tol laut', tapi di tengah-tengah program tol laut muncul kereta api cepat di Jawa," katanya.

Menurut dia, pembangunan kereta cepat tidak memiliki pengaruh yang besar jika dibandingkan dengan tol laut yang jangkauannya sangat luas.  Investor asing, terutama Jepang dan Cina dinilainya hanya menyasar proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya, karena sekali mendapatkan proyek Jakarta-Bandung maka otomatis proyek yang lebih besar akan terealisir karena sistem operasinya akan sama.

Proyek kereta api cepat Indonesia yang diwacanakan sekelas Shinkansen dengan kecepatan 300 kilometer per jam akan melayani rute Jakarta-Bandung. Namun, dalam dokumen studi kelayakan Jepang, terdapat wacana rute kereta cepat ini juga akan melayani konektivitas ke Cirebon, bahkan hingga Surabaya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement